Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kementan Luncurkan Simluhtan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_16936.jpg
    Foto Ilustrasi : rri.co.id

    BANDUNG-Kementerian Pertanian telah meluncurkan Sistem Informasi Penyuluh Pertanian (Simluhtan) Indonesia yang berisi data-data petani dan kelompok tani sesuai dengan by name by adress.

    Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian Fatham M Rasyid  berharap para petani dan kelompok tani proaktif untuk mendaftarkan anggotanya ke Simluhtan yang akan menjadi data base untuk berbagai program pertanian di Indonesia.

    "Simluhtan merupakan data petani secara online yang bisa diakses semua pihak secara transparan, bisa mengetahui luasan areal lahan milik, program bantuan yang mereka terima dan kelompoknya. Semuanya terdata di sana dan menjadi data base nasional," katanya di Bandung. Berdasarkan data jumlah di Indonesia sebanyak 26,7 juta keluarga tani idealnya ada Gapoktan. Artinya menurut dia masih banyak keluarga tani yang belum masuk kelembagaan pertanian itu.

    Ia menyebutkan, keberpihakan pemerintah untuk meningkatkan produktifitas pertanian cukup tinggi, hal itu dari peningkatan anggaran sektor pertanian dua kali lipat dari Rp15 triliun menjadi Rp32 triliun pada 2016.

    "Selain meningkatkan produktifitas juga ditargetkan bisa mendorong peningkatan kesejahteraan petani. Sehingga dengan adanya optimalisasi kelembagaan petani harapan itu bisa direalisasikan bersama," katanya.

    Sedangkan untuk mengoptimalkan produktivitas sektor pertanian, Kementerian Pertanian akan menambah jumlah penyuluh pertanian swadaya  yang pada 2016 akan merekrut sebanyak 8.000 penyuluh pertanian swadaya.

    "Kebutuhan penyuluh itu sangat besar, tahun ini kami akan merekrut 8.000 penyuluh swadaya bekerjasama dengan Kelompo Tani Nelayan Andalan (KTNA)." jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus