Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dana Pengelolaan SMA/SMK Di Jabar Diperkirakan Capai Rp.5 Trilyun

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17039.jpg

    BANDUNG-Untuk pengelolaan SMA/SMK di Jabar yang akan mulai dilaksanakan tahun 2017, membutuhkan dana yang cukup besar. Diprediksi dapat mencapai Rp. 5 trilyun. Hal demikian, diungkapkan Kadisdik Jabar, Asep Hilman dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id, Jum’at (22/4).

    Menurut Asep untuk memastikan berapa kebutuhan dana dalam pengelolaan SMA/SMK yang kini menjadi kewenangan pihak Pemerintah Provinsi, kini sedang dilakukan perhitungan.

    Hal-hal utama yang menjadi tolak ukur perhitungan meliputi : dana Operasional sekolah, pemenuhan sarana dan prasarana, serta dana kesejahteraan pegawai. Sebagai salah satu contoh untuk TPP guru saja jumlahnya besar mengingat jumlah guru SMA/SMK di Jabar sudah mencapai 27.000 orang, jelas Asep Hilman.

    Peluncuran dana untuk pengelolaan SMA/SMK, lanjut Asep, akan dimulai dalam APBD murni tahun 2017.

    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomanius Untung dalam keterangannya secara terpisah mengatakan, di tahun  2017 dengan  beralihnya kewenangan pengelolaan SMA/SMK  menjadi kewenangan pihak Pemerintah Provinsi, mulai tahun 2017 tantangan pembangunan pendidikan di Jabar bertambah berat, karena dana pendidikan sangat besar.

    Dana yang dibutuhkan diantaranya melanjutkan kebijakan Kabupaten/Kota yang sudah menggratiskan pendidikan SMA/SMK yang di Jabar mencapai 8 daerah, jelas Untung.

    Demikian juga untuk program lain membutuhkan dana yang cukup besar. Untuk dana BOS saja, mencapai  Rp. 1,8 trilyun. Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 4.000 unit) dibutuhkan besaran dana sebesar Rp.500 miliar.  Kebutuhan dana tersebut, ujar Untung   bisa bertambah jika ada program pembangunan sekolah unit baru. (NR)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus