Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Keberadaan HKTI Harus Dirasakan Masyarakat Petani

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17158.JPG

    BANDUNGKAB-Sebagai organisasi kemasyarakatan yang bergerak dibidang pertanian, keberadaan HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) harus dirasakan masyarakat petani. Karena pada hakekatnya, HKTI dibentuk untuk memperjuangkan segala aspirasi yang berkembang dikalangan petani.

    Saya juga mengharapkan HKTI harus mampu memberdayakan petani dalam meningkatkan keterampilannya, sehingga kesejahteraan para petani bisa terwujud, harap Bupati Bandung H. Dadang Mochamad Naser, SH, S.Ip, M.Ipol dalam sambutannya usai menyaksikan pelantikan pengurus HKTI Kabupaten Bandung periode 2016-2021 di Gedung Korpri-Soreang, Kamis 28 April 2016. Dalam kesempatan itu, Ir. H. Sofian Nataprawira, Mp kembali dilantik menjadi Ketua HKTI Kabupaten Bandung untuk periode lima tahun mendatang.

    Menurut Dadang Naser, masih banyak cara yang bisa dilakukan oleh HKTI dalam upayanya meningkatkan keterampilan para petani. Satu diantaranya, HKTI mengajak perguruan tinggi untuk melakukan penelitian tanaman unggulan yang bisa dikembangkan oleh petani yang sebagian besar berada diwilayah pedesaan. Karena tugas petani hanya menanam, bukan melakukan penelitian karena tugas ini merupakan garapan perguruan tinggi, tegas Dadang Mochamad Naser.

    Dalam penilaian Dadang Naser, pola pertanian yang dikembangkan petani masih bersifat tradisional. Penanaman benih tanaman masih sangat tergantung terhadap cuaca. Padahal dinegara lain yang sudah maju, penanaman bisa dilakukan setiap waktu karena ada rekayasa tekhnologi, katanya.

    Dengan penggunaan tekhnologi yang mumpuni, produksi pertanian bisa ditingkatkan kendati hanya memanfaatkan lahan yang tidak begitu luas. Kondisi ini kata Dadang Naser harus segera disikapi oleh HKTI secara kelembagaan. Suka atau tidak suka, teknologi pertanian harus segera dikuasai oleh petani kita agar bisa meningkatkan produksinya, ucapnya pula.

    Sementara kepada para petani yang berada dikawasan perkebunan atau kehutanan, ia mengajak untuk turut peduli menanam tanaman keras yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Penanaman dilahan perkebunan atau kehutanan harus sama-sama menguntungkan kedua belah pihak disamping memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

    Menurut Dadang, pohon yang bernilai ekonomis tinggi bisa disertifikatkan, dan menjadi agunan pinjaman uang ke lembaga perbankan. Dadang Naser menjanjikan untuk memberikan suntikan modal kepada BPR Kertaraharja yang nota bene milik Pemkab Bandung untuk mengelola kredit pinjaman yang beragunan tanaman keras.

    Ketua Harian HKTI Jawa Barat Dr. H. Entang Sastraatmadja mengakui, keberadaan HKTI masih belum mampu menyentuh persoalan para petani secara keseluruhan. Oleh karenanya program HKTI baru harus lebih aplikatif dan peka terhadap kebutuhan petani.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus