Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Dadang Naser : Berikan Data yang Benar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17222.JPG

    BANDUNGKAB-Menyusul pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2016 yang dimulai Senin (02/05/2016), Bupati bandung, H. Dadang Mochamad Naser, S.H, S.Ip, M.Ipol meminta kepada warganya untuk memberikan data yang benar, transparan dan apa adanya kepada para petugas. Karena data tersebut, akan memberikan gambaran kondisi ekonomi yang tengah terjadi di masyarakat.

    “Data tersebut nantinya akan digunakan oleh pemerintah dalam penentuan kebijakan di bidang ekonomi, oleh karena itu datanya harus benar dan tidak perlu ditutup-tutupi,” tegas Dadang seusai memberikan jawaban kepada para petugas sensus ekonomi dari Desa Pamekaran Kecamatan Soreang di rumah dinasnya, Senin (02/05/2016). Turut mendampingi Kepala BPS Kabupaten Bandung Ir. Basworo, Assisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Marlan, S.Ip, M.Si, Kepala Bappeda Ir. H. Ernawan Mustika, Kepala Diskoperindag, Dra. Hj. Popi Hopipah, M.Si.

    Dalam tanya jawab tersebut, Dadang Naser mengungkapkan adanya bisnis lain yang bergerak di bidang pakaian. Bisnis ini dikelola sejak Tahun 2001 lalu, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Bandung. “Sehari-hari bisnis pakaian ini dikelola oleh keluarga di Ciparay,” kata Dadang.

    Sensus Ekonomi 2016 di Kabupaten Bandung, menurut Ir. Basworo mengerahkan 5.623 petugas yang tersebar di 270 desa, 10 kelurahan dan 31 kecamatan. Mereka akan bertugas selama satu bulan penuh mulai 2 s/d 31 Mei 2016 mendatang. Setiap petugas dilengkapi rompi khusus dan topi disamping papan nama. “Saya mohon jika para petugas datang ke masing-masing rumah warga untuk diterima dengan baik dan berikan jawaban yang besar kepada petugas seputar penghasilan, pengeluaran dan bisnis atau pekerjaan yang tengah dihadapinya,” kata Basworo.

    Khusus untuk pedagang kaki lima, pencacahan akan dilakukan di rumahnya masing-masing. Lain halnya dengan pedagang yang memiliki jongko tetap, pencacahan menurut Basworo dilakukan di jongko mereka. “Yang mempunyai jongko atau tidak, pencacahan akan tetap dilakukan,” tambahnya.

    Sensus Ekonomi kata Basworo dinilai penting, karena akan memberikan gambaran kondisi ekonomi pada 10 tahun terakhir. Selain itu, dari sensus ekonomi bisa terlihat bisnis apa yang banyak dilakukan oleh penduduk suatu desa atau kecamatan. “Nantinya bisa digambarkan pula, beberapa wilayah yang dianggap sudah jenuh dalam bisnis tertentu,” kata Basworo.

    BPS mencatat pada Tahun 2015, perekonomian Kabupaten Bandung yang diukur dengan PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp. 80,75 triliun, sedangkan PDRB atas harga konstan sebesar Rp. 28,94 triliun. Data tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp. 8,1 triliun, sementara PDRB atas harga konstan naik sebesar Rp. 1,5 triliun pada tahun sebelumnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus