Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan : Hutan Harus Dikelola Secara Bijak Untuk Kesejahteraan Masyarakat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSC_4763web2.jpg

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menegaskan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat selalu berpihak pada kepentingan masyarakat. Apalagi bila hal itu terkait dengan usaha untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan alam, khususnya hutan. Semua itu menurutnya demi keberlanjutan pembangunan yang berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Untuk itu kepada semua pihak untuk ikut melestarikan hutan dengan cara menjaga dan memeliharanya dari kerusakan, baik yang disengaja maupun karena fenomena alam. Hal itu guna mewujudkan Jawa Barat “Green Province” di tahun 2013 dengan kawasan hutan lindung mencapai 45 persen. Hal itu dinyatakan Heryawan saat menemui masyarakat sekitar Gunung Manglayang dan Gunung Pulasari, Cilengkrang Kabupaten Bandung, Rabu (16/2).

    Saat ini Jawa Barat memiliki kawasan hutan seluas 816.603 hektar atau 22,9 persen dari total luas daratan sekitar 3,7 juta hektar. Padahal menurut amanat Undang-Undang nomor 41/1999 menyatakan luas hutan di suatu wilayah mengharuskan lebih besar dari 30 persen. Dari luasan hutan di Jawa Barat, terdapat 132.180 hektar hutan konservasi, 291.306 hektar hutan lindung serta 393.117 hektar hutan produksi. Menurut Heryawan potensi tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan bijak. “Sehingga potensi kekayaan sumberdaya alam itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

    Lebih lanjut Heryawan menyatakan dalam kurun 10 tahun terakhir kondisi hutan di Jawa Barat cukup memprihatinkan, bahkan menuju situasi kritis. Berbagai kegiatan yang berdampak pada kerusakan hutan, seperti; penjarahan, perambahan liar, pencurian hasil hutan, tanah longsor dan kebakaran hutan kerap terjadi. Bahkan diduga sekitar 58.344 hektar kawasan hutan diindikasikan terjadi pelanggaran pidana. Namun berkat kerja keras semua pihak, lahan kritis di Jawa Barat yang semula 178.885 hektar pada tahun 2007 dapat ditekan menjadi 141.541 hektar pada tahun 2008.

    Prestasi itu, menurut Heryawan tidak lepas dari peran serta masyarakat desa sekitar hutan. Kebijakan yang melibatkan partisipasi warga dalam menjaga hutan memberikan dampak positif yang luar biasa. Selain menjaga kelestarian hutan, masyarakat juga mendapatkan manfaat dari pengelolaan kawasan hutan. Tentunya itu berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Saat ini ada sekitar 1.370 desa sekitar hutan di Jawa Barat. Jumlah itu sekitar seperempat dari seluruh jumlah desa di Jawa Barat. “Sehingga upaya pelibatan masyarakat dalam mengelola hutan berdampak cukup signifikan bagi pembangunan perekonomian di perdesaan di Jawa Barat,” ujarnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus