Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sumbangsih PAD PT Jasa Sarana Meningkat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Shihabuddin.jpg

    BANDUNG- Komisi C DPRD Jabar, telah menggelar pertemuan dengan beberapa BUMD. Dari pertemuan tersebut, terungkap kinerja dari BUMD tersebut. Salah satunya kinerja PT Jasa Sarana. Dari hasil pertemuan terungkap BUMD tersebut telah mampu memberikan sumbangsih pada PAD meningkat cukup signifikan. Hal demikian, diungkapkan Anggota Komisi C DPRD Jabar, Shihabuddin dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id (16/2).

    Kinerja PT Jasa Sarana khususnya berkaitan dengan sumbangsih PAD, papar Shihabuddin terungkap di beberapa unit usaha yang dikelola oleh anak perusahaan di PT Jasa Sarana. Unit usaha yang ada di PT Marga Sarana Jabar, kinerja tahun 2010 LHR 20.206 kendaraan/hari, jumlah volume kendaraan 7.375.533 kendaraan, dengan jumlah pendapatan sebesar Rp.22,98 miliar.

    Sehubungan dengan kinerja tersebut, dalam tahun ini diselesaikan review business plan dengan BPJT untuk penerusan pengusahaan BRR, namun belum ada persetujuan Menteri PU. Untuk rencana di tahun 2011, target LHR 22.600 kendaraan per hari kenaikan 13% dari tahun 2010, proyeksi pendapatan 2011 sebesar Rp.26,32 miliar dan diagendakan pengadaan tanah untuk BRR seksi II ditargetkan selesai oada akhir triwulan II-2011. Pembangunan seksi II A : panjang 1,95 KM, biaya kontruksi Rp.204,00 miliar, biaya tanah Rp.27,05 miliar, nilai investasi Rp.383,68 miliar.

    Unit usaha yang dikelola oleh PT Trans Jabar Tool. Kinerja tahun 2010 : telah diusulkan revaluasi PPJT terkait jadwal pengadaan tanah dan kontruksi, telah diperoleh pinjaman dari sindikasi perbankan sebesar Rp.4,5 triliun yakni BNI, BRI, BJB, Bank Riau dan Bank Jatim, diperoleh fasilitas dana bergulir untuk pengadaan tanah tahap I sebesar Rp.419,64 miliar, amandemen perjanjian layanan dana bergulir BLU-BPJT, progres pembebasan lahan seksi I mencapai 10% dan progress pelaksanaan studi amdal mencapai 80% dan DED seksi I mencapai 80%. rencana 2011, pembebasan lahan tahap I selesai triwulan II dan kontruksi seksi I dimulai triwulan III.

    Di unit usaha PT Jabar Eenergi : tahun 2010 : melalui kegiatan pengolahan fasilitas produksi pondok tengah telah mencapai rata-rata penjualan 2500 barel per hari, survey geofisika di WKP Panas Bumi tampomas bersama Elnusa dan ELC, workover bekerjasama dengan PT WUK dan Medco. Pendapatan Rp.18,5 miliar laba Rp.3,75 miliar. Tahun 2011, operasional proyek independent power producer IPP-RDN rengasdengklok 2 target triwulan II, konstruksi gas plant tunggung maung-subang 15 MMSCFD selesai 50%, pendapatan diproyeksi Rp.62,44 miliar laba Rp.3,28 miliar.

    Selanjutnya di unit usaha PT Jabar Telematika realisasi kinerja di tahun 2010 yang pengembangan payment point on line bank di 240 titik, penggelaran fiber optik sepanjang 92 Km dan layanan batam boarding management sistem dengan volume rata-rata 82.500 penumpang per bulan, layanan akses broadband internet di 24 kantor BPR PDPK, BKD, PT JS, BKPMD dan PT Jabar Propertindo, pendapatan Rp.18 miliar, laba Rp.3,79 miliar. tahun 2011 : pengembangan PPOB di 380 titik dan card manajemen bjb, investasi infrastruktur program internet school dan layanan jaringan data berbasis fiber optik, investasi ISP berupa pembangunan infrastruktur data center, NOC, layanan kontek E-health, proyeksi pendapatan Rp.50,14 miliar dan laba Rp.5,34 miliar.

    Atas pencapaian kinerja tersebut, tambah Shihabuddin untuk PAD diakui ada peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumny. Namun, dengan melihat besarnya penyertaan modal yang sudah diberikan dari pihak Pemprov. Jabar kepada PT Jasa Sarana yang kini telah mencapai Rp.300 miliar, maka diharapkan dalam tahun mendatang PAD yang diberikan lebih meningkat lagi.

    Harapan berikutnya, sebagaimana dilaporkan pihak direksi dalam pertemuan dengan Komisi C DPRD Jabar, yang dilaporkan adanya dana yang disimpan dalam bentuk deposito, di tahun mendatang diharapkan secara bertahap dapat dikurangi dan dana tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi dana operasional secara maksimal untuk kegiatan pengembangan unit-unit usaha. (nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus