Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Intervensi Desa Rawan Pangan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17419.jpg

    BANDUNG-Kepala Sub Bidang Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Provinsi Jawa Barat, Endang Ahmad, S.Sp, MEP mengatakan, berdasarkan Pendataan Program Perlindungan Sosial Tahun 2011, di Jawa Barat terdapat 813 desa rawan pangan.

    “Dari sejumlah itu,  ada beberapa desa yang sudah diintervensi oleh program maupun kegiatan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain oleh kita Badan Ketahanan Pangan Daerah, kita juga melakukan koordinasi dengan dinas-dinas lain, diantaranya Dinas Kesehatan dan Dinas Binamarga,” kata Endang di ruang kerjanya, Kantor Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Jawa Barat, Jalan Ciumbuleuit Nomor 2, Kota Bandung, Senin (16/5) kepada jabarprov.go.id.

    Dikatakan, beberapa intervensi yang dilakukan oleh Badan Ketahanan Pangan antara lain adanya Program Lumbung Pangan Masyarakat, Desa Mandiri Pangan, Kegiatan Lembaga Akses Pangan Masyarakat dan Kegiatan KRPL atau piloting penanggulangan kemiskinan.

    “Jadi, ada beberapa kegiatan yang khusus diutamakan ke daerah-daerah yang masuk kategori desa rawan pangan,” katanya.

    Kegiatan-kegiatan intervensi tersebut, menurut Endang, sudah terlihat hasilnya. Misalnya, desa-desa yang tadinya tidak mempunyai cadangan pangan, sekarang memiliki cadangan pangan.

    “Dengan adanya program lumbung pangan, di desa tersebut sekarang memiliki cadangan pangan. Diharapkan, desa yang tadinya rawan pangan. ketika sudah memiliki cadangan pangan berangsur-angsur tidak rawan pangan lagi,’ katanya.

    Demikian juga, lanjut Endang, dengan adanya kegiatan desa mandiri pangan, yaitu dibentuknya kelompok-kelompok masyarakat dengan diberi bantuan oleh pemerintah, ada aktivitas yang mudah-mudahan aktivitas itu bisa meningkatkan pendapatan, sehingga para anggotanya sudah tidak rawan pangan lagi. (enal)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus