Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gapoktan Dibantu Rp 200 Juta Untuk Pasok Beras TTI

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17427.jpg

    BANDUNG-Sebanyak 72 gabungan kelompok tani (Gapoktan) tersebar di 19 kabupaten/kota di Jawa Barat dalam tahun 2016 ini mendapatkan bantuan dana masing-masing Rp 200 juta dari Kementrian Pertanian RI untuk Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM).

    “Dana tersebut baru cair bulan April kemarin,” kata Kepala Sub Bidang Harga dan Informasi Pangan Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Provinsi Jawa Barat, Ria Inati, S.Pi, MAP di ruang kerjanya, Kantor BKPD Provinsi Jawa Barat, Jalan Ciumbuleuit Nomor 2, Kota Bandung, Senin (16/5) kepada jabarprov.go.id.

    Masing-msing Gapoktan penerima bantuan dana tersebut, jelas Ria Inati, S.Pi, MAP, disyaratkan harus memiliki mesin penggilingan padi sendiri atau RMU. Hal itu dipersyaratkan agar gapoktan tidak lagi mengeluarkan biaya untuk menggiling padi menjadi beras.

    Dana yang Rp 200 juta itu, lanjut Ria, yang 70 persen atau Rp 140 juta harus digunakan oleh gapoktan untuk modal usaha membeli gabah, baik gabah kering panen maupun gabah kering giling. Sedangkan yang 30 persen lagi, yaitu Rp 60 juta, antara lain untuk biaya transportasi usaha dan kemasan beras.

    “Masing-masing gapoktan itu, minimal harus memiliki mitra usaha dua Toko Tani Indonesia. Jadi, masing-masing gapoktan itu, harus memasok minimal ke dua Toko Tani Indonesia,” katanya.

    Dari 72 gapoktan  penerima bantuan itu, kata Ria, seharusnya di Jabar ada 144 TTI, tapi oleh karena ada gapoktan yang memasok beras ke lebih dari dua TTI, misalnya di Kabupaten Karawang ada gapoktan yang memasok ke 5,6,9 bahkan ada yang sampai ke 10 TTI, maka jumlah TTI di Jawa Barat saat ini sudah mencapai 191 TTI, tersebar di 19 kabupaten/kota.

    “Namun berdasarkan pendataan yang kami lakukan, baru ada 70 TTI yang sudah beroperasi, karena pencairan dana bantuan untuk gapoktan sebagai pemasok berasnya itu, baru bulan April kemarin, sehingga masih ada gapoktan yang belum melakukan pembelian gabah dan penggilingan padi,” kata Ria.

    Adapun TTI, menurut Ria, adalah pedagang beras eceran yang selama ini sudah eksis minimal saru tahun. Pedagang beras eceran untuk menjadi TTI, dipersyaratkan memiliki SIUP atau TDR atauTDP atau minimal memiliki surat keterangan usaha dari kepala desa dan harus berada di sentra konsumen. Jadi, pedagang beras eceran yang menjadi TTI itu bisa berada di pasar, di wilayah kecamatan atau di desa.

    “Dalam prakteknya nanti, gapoktan melakukan kerjasama dengan pedagang beras yang menjadi TTI itu. Beras yang dipasok oleh gapoktan itu adalah beras premium yang sudah dikemas masing-masing kemasan 2 kilogram dan kemasan 5 kilogram dengan harga Rp 7.500 per kilogram,” katanya. (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus