Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Liga Santri Siap Digelar

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17514.jpg

    SUBANG - Untuk menggali potensi olahraga dikalangan santri Kemenpora akan menyelenggarakan Liga Santri. Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi menyebutkan Liga Santri akan mulai diselenggarakan pada 17 Juli 2016 sesuai Nota Kesepahaman (MoU) dengan Robithoh Ma’ahid Islami (RMI). Hingga kini telah terdaftar sekitar 1200 pondok pesantren.

    “Liga santri akan dimulai pada 17 Juli 2016 dan penyelenggara atau Panpel yang sudah MoU antara Pemerintah dengan PBNU namanya Robithoh Ma’ahid Islam atau RMI Asosiasi Pondiok Pensantren. Sudah lebih dari 1200 pondok pesantren yang mendaftar artinya kita tidak menafikan potensi santri dibidang olahraga,” jelasnya kepada wartawan usai nonton bareng Final Thomas Cup di Pesanteren Al-Ishlah Desa Jatireja Compreng Subang Jawa Barat, Minggu (22/5/2016).

    Penyelenggaraan Liga Santri, kata Imam karena melihat prestasi para santri dibidang olah raga cukup bagus. Padahal keberadaan fasilitas olahraga di pesantren kurang memadai tetapi banyak prestasi olahraga lahir dari kalangan santri.

    ”Tidak punya GOR saja mereka sudah banyak yang berprestasi, apalagi yang punya fasilitas oleh karenanya kita akan mendorong dengan menambah fasilitas sarana prasarana yang ada di Pondok Pesantren,” ujarnya.

    Oleh karena itu pihaknya akan mendorong tersedianya sarana dan prasarana olahraga di pesantren.

    ”Bahkan kedepannya kita akan mendorong dengan menyediakan sarana dan prasarana yang ada di pondok pesantren. Ini buktinya potensi besar pesantren (dibidang) olahraga),” jelasnya

    Selain itu, kata Imam penyediaan sarana olahraga ditingkat desa tetap menjadi unggulan pemerintah dengan melaksanakan revitalisasi GOR di desa-desa. Ditarget sampai 2019 mendatang minimal terbangun GOR di 5000 desa. Hingga kini sudah terbangun sekitar 1500-an GOR.Kemudian upaya lain menghidupkan potensi olahraga ialah dengan merevitalisasi lapangan di desa. Menjadi program unggulan Kemenpora yang menargetkan dari 2015 sampai 2019 minimal 5000 desa bisa kita cover hingga kini bari sekitar 1500-an desa.

    “Tidak cukup memang kemampuan yang dimiliki. tetapi itulah kemampuan kami,” ujarnya. Karena anggaran yang disediakan sekitar 100 milyaran.

    ”Untuk menyiasatinya dengan stimulan. Kita bantu berapa, lalu dari desa berapa?” jelasnya.

    Pada kesempatan tersebut usai nonton bareng Final Thomas Cup, Imam langsung meresmikan Gelanggang Olahraga (GOR) Pesantren Al-Ishlah dengan didampinging Asisten Deputi Sarana dan Prasarana Olahraga Samsudin beserta Pimpinan Pesanten dan para guru.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus