Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jokowi : Kata Kunci Sukses Adalah Terbuka Hadapi Kompetisi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17525.jpg

    BANDUNGKAB-Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memotivasi para Pengusaha Muda, dan para Calon kader pengusaha muda peserta Jambore untuk tidak mudah menyerah dalam berbisnis. 

    “Semangat harus ‘kenceng,’ saking kencengnya remnya sampai blong. Terus jatuh, kalau jatuh ya bangkit lagi. Kalau mau jadi pengusaha itu terjuni, jalani. Kalau ada persoalan dilapangan selesaikan. Kalau gagalnya, jatuh, bangkit lagi, seperti itu,” kata Jokowi, di Bandung, Senin (23/5) saat memberikan arahan dalam acara Jambore HIPMI Perguruan Tinggi ASEAN 2016, di Telkom University, Jl. Terusan Buah-Batu Kab.Bandung.

    Presiden pun menuturkan, kemajuan teknologi terkini pun membuat dunia seolah tak berbatas. Ia mencontohkan, untuk berdagang pun kini tak harus di pasar, atau membuka toko. Dengan e- commerce, online shop, para pengusaha bisa langsung bersaing dengan para pedagang lain dengan skala internasional sekaligus. “Semuanya tersajikan dengan cepat, dan tak terbendung lagi. Pilihan kita dua, mau terbuka, atau tertutup,” kata dia.

    Terbuka artinya berani berkompetisi, berani bertarung, berani bersaing, siap tidak siap harus menyiapkan diri, membuka diri. Sedangkan tertutup, kita menutup diri dari kompetisi, lalu pasrah dengan keadaan.

    Dengan itu, Jokowi kembali menekankan, kata kunci kesuksesan adalah terbuka menghadapi kompetisi, dalam mengejar ketertinggalan bangsa kita.

    “Artinya apa? kalau ada pesaing kita baru bangun, kalau ada kompetisi baru kita bangun. Saya ingin dengan adanya MEA memberikan sebuah semangat anak- anak muda terutama untuk bangkit berani bersaing dan berkompetisi,” ujarnya.

    Senada Jokowi, Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia, mengatakan Hipmi selalu optimis, dan tidak takut dengan hadirnya MEA. Ia yakin Pengusaha muda Indonesia siap bersaing dengan Negara lain.

    “Hipmi selalu optimis, tidak perlu takut dengan MEA,” Kata dia.

    Pada kegiatan yang dihadiri sekitar 4000 orang peserta dari berbagai Perguruan Tinggi yang ada di 10 Negara ASEAN ini, dirinya sempat menyinggung, bahwa "out put" Perguruan tinggi di Indonesia kebanyakan masih berorientasi pada ijazah dan membuat mahasiswanya hanya berkeinginan menjadi karyawan saja.

    “Kebanyakan Perguruan Tinggi masih berorientasi ijazah, bukan pada mencari ilmu untuk membuat lapangan kerja,” pungkasnya.

    Jambore Hipmi Perguruan Tinggi (PT) pun akan berlangsung 22 - 26 Mei 2016 di Kampus Telkom University, Bandung. Adapun berbagai rangkaian acara yang akan digelar dalam pertemuan pengkaderan akbar ini antara lain, konferensi, workshop tentang Business Plan, Branding Plan, Sales Plan, Training tentang Leadership, Training Negosisasi, serta kegiatan inspiratif lainnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus