Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Jelang Ramadhan, TPID Diminta Kerja Lebih Keras Hadapi Spekulan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17548.jpg

    GARUT -- Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta tim pengendali inflasi daerah (TPID) Jawa Barat untuk mewaspadai terjadinya aksi spekulan terhadap komoditas kebutuhan pokok masyarakat menjelang ramadhan. Terlebih momentum jelang Ramadhan rawan dimanfaatkan oleh para spekulan.

    Deddy juga meminta TPID harus memperkuat diri  dengan data dan informasi mengenai harga-harga kebutuhan pokok masyarakat. "Kita minta TPID untuk lebih mengoptimalkan pemantauan harga kebutuhan pokok di lapangan. Termasuk juga mewaspadai para spekulan," jelas Deddy kepada wartawan usai Launching BJB Laku Pandai di Kec. Cikajang Kab. Garut, Selasa (24/5/16).

    Dikatakannya, TPID harus selalu waspada terhadap aksi para spekulan, terlebih aksi spekulan rawan terjadi pada moment moment sekarang ini, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Dalam hal itu TPID harus bisa menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, sehingga inflasi pun bisa diantisipasi.

    Menurutnya hal itu sangat penting, apalagi dua minggu menjelang Ramadhan ini beberapa komoditas kebutuhan pokok masyarakat terus mengalami kenaikan harga. Seperti halnya, pada komoditas daging ayam yang saat ini harganya sudah mencapai sekitar Rp 32.000 hingga Rp 35.000/kg.

    "Harga Ayam sudah tinggi ini harus diantisipasi, apalagi Pak Presiden Jokowi kan minta untuk dijaga semua, bahkan harga daging sapi pun diminta supaya bisa mencapai Rp 80.000. Untuk pengendalian di daerah, TPID harus berfungsi. Sekarang sudah dibentuk, badan koordinasi TPID, ini kan berkaitan, jadi harus ada koordinasi," katanya.

    Menurutnya kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok saat ini tidak menutup kemungkinan dipengaruhi oleh ulah para spekulan. Sehingga dalam hal itu, TPID harus bisa mengantisipasinya. "Spekulan itu pasti ada terus, tentunya pemerintah mau perangi itu, jangan takut, yang jelas itu harus diantisipasi, karena spekulan atau penimbunan itu nggak boleh, itu dilarang," katanya.

    Namun demikian, lanjutnya, para spekulan tersebut saat ini sangat pintar. Bahkan mereka pun memiliki jaringan yang kuat dan informasi data yang akurat. Sehingga dibutuhkan penanganan yang sangat optimal dalam hal itu. "Bagaimana mengatasinya, itu yang harus diperhatikan. Karena mereka memiliki data dan informasi yang lebih akurat. Semua itu kan mafia, ini harus diawasi siapa yang bermain di sana, jangan sampai mereka mendominasi sehingga mereka suka-suka memainkan harga," katanya.

    Selain itu, Deddy pun menghimbau kepada masyarakat agar tidak panic buying ketika terjadi lonjakan harga. "Pada intinya masyarakat jangan takut apalagi sampai melakukan aksi borong," katanya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus