Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Penanggulangan Bencana Cisalak Masuki Tahap Rehabilitasi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17573.jpg

    SUBANG, Upaya penanggulangan bencana di Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Subang Jawa Barat, kini memasuki upaya rehabilitasi. Menurut Komandan Kodim 0605 Subang sebagai Koordinator Lapangan Penanggulangan Bencana, Letkol Inf Budi Mawardi Syam, upaya rehabilitasi akan dilaksanakan dalam ”Operasi Gabungan”.

    ”Sesuai dengan (kondisi) sekarang cenderung kepada rehabilitasi. Sekarang akan membahas tentang langkah-langkah selanjutnya. Akan dilaksakandalam Operasi gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Pemda dan semua instansi yang terkait,” jelas Budi di Posko Bencana Cisalak, Rabu (25/5/2016).

    Upaya penanggulangan bencana yang dilakukan dengan melibatkan 362 orang terdiri semua lapisan.Bencana yang terjadi pada Minggu malam (22/5) tersebut mengakibatkan 44 rumah di 3 RT mengalami kerusakan berat dan ringan. 32,5 hektar areal sawah mengalami kerusakan.

    Adapun jumlah korban meninggal sebanyak 5 orang semuanya warga RT. 02/01. Sebanyak 378 jiwa menjadi pengungsi yang merupakan warga RT 01/01 sebanyak 81 jiwa terdiri 31 KK, warga RT 02/01 sebanyak 259 jiwa terdiri 75 KK, 5 orang diantaranya meninggal dunia dan warga RT 06/02 sebanyak 38 jiwa terdiri 10 KK.

    Anggaran yang berasal dari pos Dana Tak Terduga (DTT) akan diprioritaskan membangun 4 rumah yang kondisinya hancur total (ambruk), dan memerbaiki 12 rumah yang kondisinya rusak berat. Sedangkan untuk rumah lainnya yang mengalami rusak ringan, pemerintah berencana membantunya lewat program rutilahu (rumah tidak layak huni).

    "Untuk yang rusak-rusak ringan, solusinya bisa dibantu pakai program rutilahu," katanya.

    Pada kesempatan tersebut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjelaskkan bahwa telah ada RAN PB atau Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Bencana yang dikomandani oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanggulangan bencana bisa dengan SK Darurat dari Bupati/Walikota mengeluarkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sampai 100 ton.

    ”Apabila terpakai, maka Gubernur bisa mengeluarkan sampai 200 ton. Kalau itu pun terpakai baru Kementerian Sosial,” jelasnya.

    Tujuannya ialah supaya korban bencana di pengungsian tetap dapat bertahan hidup dengan layak. ”Jangan ada yang kekurangan kalori, kurang makanan kurang beras,” ujarnya.

    Kementerian sudah Kampung Siaga bencana 467 dan tahun ini akan ditambah 64 lagi. Di Subang sudah ada 7 kampung.

    KSB ini kata Khofifah sebagai bentuk bentuk kesiagaan bencana dari masyarakat dengan dukungan asistensi teknis (Technical Asistance) dari Kementerian Sosial.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus