Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Awal Ramadhan Tunggu KEMENAG

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17720.jpg

    Subang - Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih menyampaikan selalu menjaga kekompakan, kebersamaan dalam melaksanakan program, kembali kepada visi dan misi subang untuk Rakyat Subang. Khususnya memasuki memelihara ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta menciptakan suasana kondusif toleransi antar umat beragama dan khususnya bagi umat Islam selama Bulan Suci Ramadhan 1437 H/2016 M.

    Mengenai awal puasa menunggu hasil Sidang Isbat dari Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama RI.

    “Agar melaksanakan ibadah puasa yang pelaksanaannya menunggu hasil sidang isbat/pengumuman dari pemerintah/kementrian agama RI,” ujarnya pada Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Subang, Jum’at (3/6/2016).

    Pada rapat tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD, Dandim 0605 Subang, Kapolres, perwakilan Danlanud Suryadarma Kalijati, Perwakilan Kajari, Ketua Pengadilan Negeri. Dankorum Yonif. Ketua MUI dan para Kepala SKPD serta para Camat.

    Selanjutnya kata Imas mengintruksikan supaya menjaga pengendalian harga bahan pangan, penyediaan stok sembako yang cukup.
    “Jangan sampai kurang, ketersediaan air, listrik, pelayanan kepada masyarakat jangan sampai terganggu,” ujarnya menegaskan.

    Dalam rapat ini menghasilkan 14 keputusan bersama diantaranya

    Dilarang melakukan kegiatan yang dapat mengganggu pelaksnaan ibadah puasa serta ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

    Bagi pengusaha restoran dan sejenisnya tidak melayani atau berjualan disiang hari secara terbuka. 

    Dilarang menjual/mengedarkan/mengkonsumsi minuman berakohol. 

    Dilarang menyediakan tempat/fasilitas kegiatan perjudian.

    Tempat hiburan jenis karaoke, game online, klub malam dilarang melakukan aktivitas selama Bulan Ramadhan sejak Senin 5 Juni sampai Selasa 5 juli 2016.

    Dilarang menjual/membeli/membakar petasan.

    Bagi pengendara motor yang tergabung dalam kelompok/organisasi otomotif tidak mengadakan konvoi dan kebut-kebutan di jalan raya.

    Bagi kendaraan besar/truk/box/angkutan berat hanya diperbolehkan pkl. 08.00-14.00 WIB dan pkl 16.00-06.00 WIB dan tidak boleh konvoi untuk menjaga ketentraman dan aktivitas sehari2 sehingga ibadah puasa khusyu. Kegiatan takbir keliling hanya dapat diselenggarakan ditingkat desa/kelurahan dengan rekomendasi kecamatan dan kepolisian serta tidak mengganggu keamanan ketertiban lalu lintas jalan raya.

    Tdk melakukan kegiatan atau pelayanan di bidang barang dan jasa yg bertentangan dengan norma agama, budaya dan sosial.

    Ormas/LSM Kelompok masyarakat lainnya dilarang melakukan aksi sweeping sehubungan dengan ketidakpuasan atas kondisi yang ditemukan pada saat Ramadhan namun kesempatan pertama melaporkan ke kepolisian.

    Guna memanfaatkan kesucian Bulan Ramadhan dianjurkan kepada setiap mesjid/sekolah/Perguruan Tinggi supaya menyelenggarakan kegiatan pesantren kilat atau kegiatan amaliah lainnya yang dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

    Pemasangan baligho/spanduk ucapan Idul Fitri agar berpedoman kepada Perda No. 13 tahun 2006 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3) dan Perbup No. 9 tahun 2013 tentang Pengaturan Media Sosialisasi yang melarang memasang membentang di atas jalan raya, di pohon, di tiang listrik/tiang telpon dan tempat lainny yang dilarang.

    Apabila masih terdapat pelanggaran, maka akan ditindak secara hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku oleh FORKOPIMDA dan atau langsung oleh Muspika di wilayah masing-masing.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus