Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Karawang Akan Punya Pasar Induk Beras Dan Sayur

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17787.JPG

    KARAWANG-PT. Central Niaga Nusa Karawang bekerjasama dengan PemerIntah Kabupaten Karawang menggelar pertemuan dalam membahas rencana embangunan pasar induk beras, sayuran dan buah di Kabupaten Karawang. Dalam pertemuan tersebut hadir perwakilan dari lintas OPD di kabupaten karawang seperti kepala dinas BPMPT, DISHUB, dinas pertanian, bappeda, distanhutbunnak, badan ketahanan pangan. Selain itu hadir pula pihak swasta yang terdiri dari PT. CNNK. Ketua organisasi APEK (Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang) dan perwakilan dari koperasi K3.

    Pertemuan yang digelar di ruang rapat Wakil Bupati  (9/6) tersebut dipimpin oleh Bupati Karawang Dr. Cellica Nurachadiana didampingi oleh Sekda Kabupaten Karawang Teddy Rusfendi yang mendengarkan paparan dari La Ode Hasahu selaku General Manager dari PT. CNNK sebagai konseptor dari pembangunan pasar yang bernama pasar induk Kuta Pohaci.

    Dalam paparannya Hasahu menjelaskan tentang konsep dan perencanaan kedepan tentang pasar  induk tersebut, seperti luas tanah, prospek pasar dan juga pengadaaan kios ataupun loket pasar. Hasahu juga menjelaskan bahwa sistem yang dipakai oleh pasar ini ialah yang dianggapnya ramah kepada para petani karena untuk penyewaan atau pembelian kios menggunakan sistem bagi hasil panen pertanian.

    Rencananya pasar ini akan dibangun diatas lahan seluas 50 Ha, dengan tahapan pekerjaan perencanaan untuk master plan dan feasibility study sudah selesai dan jumlah bangunan yang akan dibangun terdiri dari took beras 762 unit, kios 436 unit, kios indoor 647 unit, los 1.814 unit, ruko 243 unit, gudang beras 1 unit, gudang agro 1 unit, kolam retensi 1 unit, kantor pengelola 1 unit, masjid 1 unit, klinik 1 unit dan function hall 1 unit.

    Selain itu, Hasahu menambahkan bahwa pasar ini akan digagas dengan konsep yang modern dengan adanya fasilitas pasar induk primer yang dikelola dengan pola bagi hasil dan memanfaatkan teknologi informasi.

    “Di jaman yang sudah canggih dan modern ini, kita jangan sampai ketinggalan informasi. Dengan konsep ini diharap para petani yang bergabung di pasar ini dapat memudahkan kebutuhan mereka dengan berbagai fasilitas yang ada, karena sudah banyak para petani kita yang memiliki alat komunikasi minimal handphone” ujar hasahu. (@maya)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus