Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Konsolidasi Gapoktan dan Toko Tani Indonesia

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17836.jpg

    BANDUNG - Badan Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Jawa Barat menggelar pertemuan konsolidasi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Toko Tani Indonesia Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) dan Pendamping Toko Tani Indonesia di Hotel Harris, Jalan Ciumbuleuit, Kota Bandung.

    Menurut Kepala Sub Bidang Harga dan Informasi Pangan Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) Provinsi Jawa Barat, Ria Inati, S.Pi, MAP, pertemuan konsolidasi yang berlangsung selama dua hari (3-4/6) itu, diikuti oleh 2016 peserta terdiri dari 72 Ketua Gapoktan, 72 pendamping dan 72 perwakilan Toko Tani Indonesia (TTI) atau satu TTI dari masing-masing Gapoktan.

    “Konsolidasi tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauhmana setelah dana bantuan untuk Gapoktan dalam Program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) itu cair,  penggunaannya seperti apa. Kemudian apa kendala yang ada di lapangan,” kata Ria Inati di ruang kerjanya, Kantor BKPD Provinsi Jawa Barat, Jalan Ciumbuleuit Nomor 2, Kota Bandung, Senin (13/6).

    Dari kegiatan konsolidasi itu, jelas Ria, pihaknya bisa langsung tahu kendala di lapangan dalam Program PUPM melalui Toko Tani Indonesia. Selain itu, katanya, pihaknya juga dapat meng update informasi-informasi tertentu yang belum didapat oleh para peserta waktu Bimtek di Panghegar.

    “Dalam kegiatan konsolidasi itu, kita menghadirkan narasumber dari Badan Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian RI,” katanya.

    Ria menjelaskan, yang menjadi titik fokus pembicaraan para pelaksana PUPM dalam konsolidasi itu adalah masalah harga gabah. Harga Gabah Keringan Panen (GKP) di tingkat petani maupun Harga Gabah Kering Giling (GKG) mengalami kenaikkan karena di daerah mereka sudah tidak panen lagi.

    “Memang harganya bagus sih bagi para petani karena semuanya di atas HPP yang ditentukan oleh Pemerintah. HPP untuk GKP kan Rp 3.700 perkilogram dan untuk GKG Rp 4.600 per kilogram. Kenyataannya di lapangan harga GKP hingga mencapai Rp 4.800 per kilogram. Sedangkan harga GKG mencapai Rp 5.700 per kilogram,” katanya.

    Kanaikan harga GKP dan GKG tersebut, menurut Ria,  tentunya berpengaruh terhadap harga beras untuk di TTI. Namun, meskipun harga GKP dan GKG naik dan sedikit merugi, Gapoktan dan TTI atau para pelaksana PUPM tetap semangat untuk mensukseskan program pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan menstabilkan harga beras tersebut. (Adi).

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus