Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Komisi I DPR RI, Dorong Kemendagri Evaluasi Pencabutan Perda

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_17915.JPG

    BANDUNG - Komisi I DPR RI, berkenaan dengan adanya kebijakan pemerintah yang mencabut beberapa Perda di sejumlah daerah Indonesia, mendorong Kemendagri untuk melakukan evaluasi atas isi Perda yang dicabut.

    Hal demikian, diungkapkan Anggota Komisi I DPR RI, Tubagus Hasanuddin dalam keterangannya kepada wartawan, Minggu malam (19/6) di salah satu kegiatan yang berlangsung di Kota Bandung.

    Menurut Hasanuddin, dilakukannya pencabutan Perda oleh pemerintah sangat beralasan. Adapun Perda yang dicabut pemberlakuannya adalah Perda yang  isinya bertentangan dengan aturan di atasnya. Untuk Perda dengan kategori tersebut, harus dibatalkan.

    Untuk pencabutan Perda, tidak bisa dilakukan secara serentak, tetapi harus dilaksanakan secara bertahap. Kemendagri atas hal tersebut, diminta  mempelajari aturan dalam Perda tersebut.

    "Kaji Perda tersebut satu persayu", jelas Hasanuddin.

    Khusus untuk  Perda yang mengatur perihal syariah,  setiap daerah isinya  berbeda satu sama lain. Sebagai contoh di NAD diberlakukan Perda yang isinya semua wanita yang ada di NAD harus menggunakan jilbab.

    Sementara di daerah lain, Perda dengan isi seperti itu tidak ada.

    Sementara itu,  di Kabupaten Serang, Banten, ada Perda yang mengatur soal larangan menjual makanan dan minuman di siang hari dalam Bulan Ramadhan.

    Untuk daerah Serang, dengan adanya Perda tersebut, pemerintah setempat melalui Satpol PP tinggal memberikan himbauan agar pedagang tidak membuka warung makanan disiang hari untuk menghormati orang berpuasa.

    Atas kasus Kabupaten Serang, ujar Hasanuddin perihal razia warung yang buka siang hari oleh Satpol PP daerah setempat yang sudah menyita perhatian publik cukup luas,  pihak Komisi I DPR RI akan mengevaluasi peristiwa tersebut secara komprehensif.
    (NR)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus