Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pasukan Gabungan Operasi Ramadniya 2016

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_18086.jpg

    BANDUNG–Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2016 di Lapangan Tegalega, Jl. BKR Kota Bandung pada Kamis (30/6/2016). Apel ini dihadiri 1.550 pasukan gabungan TNI/Polri serta instansi terkait lainnya untuk pengamanan mudik serta hari raya Idul Fitri 1437 H di wilayah hukum Jawa Barat.

    Berbeda tahun sebelumnya dengan sandi Operasi Ketupat, tahun ini Polri menjandikannya dengan Operasi Ramadniya atau Ramadan dan Hari Raya. Operasi ini mengandung makna suci, adil, dan sempurna dan akan berlasung selama 16 hari, yaitu mulai 30 Juni – 15 Juli 2016.

    Dalam amanatnya yang dibacakan oleh Gubernur, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan, bahwa dengan hadirnya operasi ini diharapkan masyarakat di seluruh pelosok tanah air bisa menjalankan Idul Fitri dengan aman, nyaman, tertib, dan penuh khitmad.

    “Diharapkan rencana operasi yang telah dipersiapkan dengan matang dapat dilaksanan dengan baik dan sinergis bersama unsur seluruh stakeholder lainnya agar situasi kamtibmas maupun kanseltibcallantas yang kondusif dapat terwujud, sehingga masyarakat di seluruh wilayah tanah air dapat merayakan hari raya Idul Fitri dengan aman, nyaman, tertib, dan penuh khidmat,” ungkap Badrodin dalam amanatnya yang dibacakan oleh Aher.   

    Lebih lanjut dia pun menargetkan enam hal yang ingin dicapai dalam operasi ini, yaitu:

    Pertama, Terwujdunya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan kegiatan perayaan hari raya Idul Fitri 1437 H baik pada saat beridabah puasa,Shalat Tarawih, Shalat Ied, berwisata maupun berbagai aktifitas lainnya. Kedua, terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat yang bepergian dengan menggunakan beragam moda transportasi. Tiga, terjaminnya keamanan dan kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok dan BBM (Bahan Bakar Minyak), sehingga tidak menimbulkan keresahan dan kekhawatiran masyarakat terhadap harga maupun ketersediaannya. Keempat, terwujudnya keamanan dalam aktivitas embarkasi dan debarkasi di pelabuhan, terminal darat, laut, maupun udara untuk menjamin keselamatan penumpang dan barang selama perjalanan,

    Kelima, terbangunnya kesiapsiagaan sistem tanggap darurat melalui koordinasi sinergis lintas sektoral dan segenap komponen masyarakat dalam menghadapi situasi daruat yang datang secara tiba-tiba seperti bencana alam dan bentuk-bentuk keadaan darurat lainnya. Keenam, termonitor dan terdatanya semua kejadian dengan tepat, cermat dan akurat, sehingga dapat dijadikan bahan dalam pelaksanaan analisis dan evaluasi demi perbaikan maupun penyempurnaan perencanaan, serta pelaksanaan operasi yang akan datang.

    Operasi kemanusiaan ini melibatkan 158.402 orang diseluruh Indonesia, dengan rincian kekuatan dari Mabes Polri sebanyak 2.043 orang, Polda sebanyak 89.613, serta instansi terkait sebanyak 66.746 orang yang tersebar di 3.097 pos pengaman, dan 1.112 pos pelayanan. Mereka akan berada di berbagai tempat peribadatan umat Muslim, lokasi Shalat Ied, pemukiman masyarakat, jalur pergerakan orang dan barang, tempat wisata, terminal, stasiun kereta api, pelabuhan laut, bandara, sentra perekonomian, dan tempat transaksi keuangan seperti rest area, SPBU, tempat pembagian zakat fitrah, serta tempat kegiatan masyarakat lainnya.

    Sementara itu, Kementeruan Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus mudik 2016 akan terjadi pada H-4 dan puncak arus balik pada H+3 Idul Fitri 1437 H.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus