Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Iskandar : Bekas Botol Vaksin Harus Dihancurkan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_18091.jpg

    BANDUNG-Pemalsuan vaksin bermuara dari penggunaan kemasan vaksin yang tidak dihancurkan. Seharusnya kemasan vaksin, seperti bekas botol dimusnahkan agar tidak dipalsukan kembali.

    Dirut Bio Farma Iskandar mengatakan sebagai langkah antisipasi dan evaluasi agar tidak terjadi lagi peredaran vaksin palsu, setiap fasilitas layanan kesehatan dan pusat imunisasi baik Pemerintah maupun swasta, agar memiliki prosedur dan fasilitas pengelolaan dan pengendalian limbah Vaksin / wadah bekas vaksin yang digunakan atau vaksin yang kadaluwarsa.

    “Muaranya adalah botol bekasnya tidak dihancurkan. Pemerintah harus memiliki vasilitas itu di setiap provinsi,” tegasnya.

    Ia menegaskan jika vaksin merupakan produk yang tidak dapat dijual bebas. Vaksin Bio Farma untuk program imunisasi nasional didistribusikan melalui Dinas Kesehatan Provinsi dan untuk sektor swasta didistribusikan melalui distributor resmi dengan mengimplementasikan cold chain yang konsisten dan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) sehingga terjaga kualitas, keamanan dan efektivitas.

    “Bio Farma mendukung dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Bareskrim POLRI untuk menangani dan mengusut tuntas kasus vaksin palsu.”

    Sementara untuk produk serum dan diagnostik produksi Bio Farma seperti BIOSAT (Serum Anti Tetanus), BIOSAVE (Serum Anti Bisa Ular), dan Tuberculin PPD yang dipalsukan, saat ini sedang dalam penanganan Bareskrim POLRI. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus