Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Sukses Program Swasembada Pangan Indramayu

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_18212.jpg

    Kabupaten Indramayu dinilai berhasil mewujudkan program swasembada pangan. Salah satu buktinya, ratusan hektare sawah tadah hujan di Kecamatan Gantar mampu panen padi tiga kali.

    Meski tidak didukung perairan irigasi teknis, petani setempat disiplin dalam mengaplikasikan anjuran percepatan musim tanam maupun penggunaan teknologi serta pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan) modern.

    Hal itu tidak lepas dari upaya keras Pemkab Indramayu melalui jajaran Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) serta Kodim 0616/Indramayu dalam mensosialisasikan, mendorong, mengawal dan membantu petani merealisasikan program-program pemerintah dalam ketahanan pangan nasional.

    Keberhasilan inipun diapresiasi Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Apresiasi disampaikan Foya Aken SPT MSi, perwakilan Kementan RI pada kegiatan panen perdana gadu I, tanam perdana musim gadu II dan tanam sistem salibu di Desa Baleraja, Kecamatan Gantar, Selasa (12/07/2016).

    Foya Aken menyebutkan, target percepatan musim tanam gadu di Kabupaten Indramayu juga dinilai memuaskan. Dari target seluas 116 hektare, telah terealiasi seluas 107 hektare. “Capaiannya sudah sekitar 92 persen. Bulan Juli ini ditargetkan tuntas. Ini luar biasa dibanding daerah lain,” kata dia.

    Sebelumnya, Kadistannak H Ir Firman Muntako MSi menyampaikan, realisasi percepatan luas tanam di Kabupaten Indramayu dinilai unggul karena lebih cepat dari daerah lain khususnya di Jawa Barat. Bahkan di beberapa kecamatan seperti Gantar, percepatan luas tanam tuntas seratus persen.

    “Padahal tidak ada irigasi, tapi petani paham bagaimana mensiasatinya baik melalui sistem culik, mempercepat musim tanam, penggunaan teknologi Jarwo sampai pompanisasi untuk memenuhi ketersediaan air,” jelas dia.

    Bersamaan dengan program peningkatan produksi padi, Pemkab melalui Distannak dibantu jajaran TNI AD kini tengah melaksanakan program tanam Padi, Jagung, Kedelai dan Singkong (Pajalengkong) dengan luas areal mencapai 16.300 hekatare.

    Ditegaskan Firman, suksesnya berbagai program di Bumi Wiralodra tidak lepas dari komitmen Bupati Indramayu, Hj Anna Sophanah yang terus melakukan reinfrastrukturisasi pertanian. Pemberdayaan para petani sampai memberikan jaminan kerugian gagal panen melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

    Senada disampaikan Wabup Drs H Supendi MSi. Pemkab dibawah kepeimpinan Bupati Hj Anna Sophanah menyadari betul besarnya potensi pertanian di Kabupaten Indramayu. Potensi itupun terus digenjot lantaran sektor ini berdampak luas terhadap perekonomian serta kesejahteraan masyarakat Indramayu.

    “Kalau petani panennya berhasil, melimpah, ekonomi rakyat menggeliat. Pasar-pasar ramai. Itulah kenapa, sektor pertanian ini terus digenjot,” tegas dia.

    Namun demikian pihaknya berharap Kementan RI maupun Dinas Pertanian Provinsi Jabar harus terus memperhatikan Kabupaten Indramayu yang merupakan daerah lumbung nasional dengan luas areal sawah terluas dan terbesar di Indonesia. Yakni dengan terus memberikan bantuan untuk perbaikan infrastruktur pertanian, seperti jaringan irigasi, embung, bendungan, alsinta maupun benih padi.

     “Saat ini Kabupaten Indramayu ditargetkan dapat memproduksi gabah sebanyak 1,783 juta ton. Target ini paling banyak se Jawa Barat. Karenanya, untuk bisa mencapai target ini perlu dukungan pemerintah pusat dan menjadi bahan kerja keras kita semua ditengah banyaknya kebutuhan untuk perbaikan infrastruktur,” pinta Supendi.

    Sementara itu Dandim 0616/Indramayu, Letkol Arh Benny Febrianto SSos, selain faktor dukungan pemerintah, dia melihat militansi atau semangat juang para petani khususnya di Kecamatan Gantar sangat tinggi.

    Sehingga tidak mengherankan mereka mampu panen padi tiga kali dalam setahun. “Mental juang petani kita ini sangat tinggi. Baru hujan langsung tanam. Sebelum panen lakukan sistem Culik,” ujar dia.

    Pihaknya kembali menegaskan komitmennya untuk membantu para petani dalam mensukseskan program ketahanan maupun swasembada pangan di Indramayu. “Jika ada masalaha dilapangan, laporkan ke Babinsa, ke Danramil atau bisa langsung ke saya. Dengan begitu kita tahu kondisinya dan seoptimal mungkin membantu,” pungkas dia. DENI SANJAYA / Bagian Humas dan Protokol Setda Indramayu.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus