Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    PLS Harus Tetap dalam Pengawasan Kemendikbud

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_18233.jpg

    BANDUNG- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fikri Faqih mengusulkan agar pergantian istilah ospek dari Masa Orientasi Siswa (MOS) menjadi Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), baik di SMA maupun di SMP, tetap dalam pengawasan Kemendikbud maupun Dinas Pendidikan di tiap daerah.

    Hal itu disampaikan Fikri dalam menanggapi keluarnya Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016, dimana beberapa isinya adalah mengenai pergantian nama ospek tersebut, juga pengalihan pengelolaan dari siswa (OSIS) kepada guru.

    “Komisi X mengusulkan agar perubahan istilah tersebut, perlu tetap dalam koridor pengawasan. Sudah saatnya, perploncoan dari para kakak kelas maupun alumni kepada adik-adiknya yang baru masuk dihentikan. Budaya kekerasan atau bullying itu harus diputus rantainya sejak awal masuk sekolah,” tegas Fikri dalam siaran pers yang diterima jabarprov.go.id, Jum'at (15/7).

    Selain itu, Fikri juga berharap ada pembinaan, baik dari pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan setempat terhadap lembaga ekstra kurikuler (ekskul), rohis, serta OSIS. Pembinaan tersebut, nilai Fikri, adalah bagian untuk memperkuat serta mendukung aktivitas lembaga-lembaga tersebut sebagai sarana pengembangan sosial di sekolah.

    “Meskipun tidak lagi menangani ospek, tapi lembaga seperti OSIS tetap diperlukan. Hal itu karena lembaga-lembaga seperti ini dapat membangun jiwa kepemimpinan dan ketakwaan siswa, sebagai kawah candra dimuka regenerasi penerus tanah air,” katanya.

    Dikatakan, kebijakan Kemendikbud tersebut lahir karena banyaknya kasus kekerasan atau bullying dalam penyelenggaraan ospek di SMA/SMP, baik psikis maupun fisik yang dialami siswa saat pertama masuk sekolah. Bahkan, di beberapa daerah, kasus kekerasan tersebut berujung pada kematian.

    Misalnya, pada 29 Juli 2014, siswi bernama Febriyanti Safitri (12) yang wafat saat mengikuti MOS di SMP PGRI, Gadog, Megamendung, Kabupaten Bogor. Pun pada Agustus 2015, seorang siswa bernama Evan Christoper Situmorang (13) wafat dua minggu setelah mengikuti MOS di SMP Flora, Bekasi, Jawa Barat, karena keluhan di kaki yang sangat berat akibat disuruh jump squat oleh kakak kelasnya. (ADI)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus