Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Diversifikasi Pangan Belum Maksimal

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_18319.jpg

    BANDUNG-Diversifikasi pangan yang sudah dilaksanakan pemerintah hingga saat ini belum maksimal. Fakta yang dijaring dari penelitian di 3 zona ekologi Jabar, di beberapa Kabupaten yaitu : Cirebon, Garut, Purwakarta, Cianjur dan Sukabumi, kebijakan pangan masih terfokus pada padi, jagung dan kedelai. Di sisi lain, masih terjadi ketimpangan konsumsi beras dan konsumsi pangan alternatif.

    Dengan kondisi tersebut, perlu ada perubahan fundamental, berupa kebijakan diversifikasi pangan spesifik berbasis sumber daya lokal. Hal tersebut, diungkapkan anggota Komisi Pertanian DPR RI, E. Herman Khaeron dalam sidang promosi Doktor di Kampus Unpad, Kamis (21/7).

    Herman, lebih lanjut memaparkan, berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh lapiran pola konsumsi masyarakat tergolong beragam dan berkategori tinggi, baik pangan sumber karbohidrat maupun protein sebesar 68,89 persen.  Rata-rata konsumsi pangan yang tinggi ternyata belum mencerminkan diversifikasi pangan karena bisa terhadap beras dan mie instan.

    Hal lain yang ditemukan dalam penelitian, sambung Herman, yaitu pola produksi dan pola distribusi pangan masyarakat juga dinilai belum mendukung diversifikasi pangan.

    Untuk tingkat ketahanan pangan masyarakat berkategori rendah dalam segi ketersediaan dan pemanfaatan pangan, namun relatif tinggi dalam segi kesesuaan dan keterjangkauan pangan. Menyikapi hal tersebut, perlu dikembangkan berbagai model diversifikasi pangan.

    Untuk diversifikasi pangan, jelas Herman, harus berdasarkan pada pendekatan humanis dan bersifat kolaboratif, partisipatif dan integratif diantara seluruh elemen terkait.

    Adapun strategi pengembangan diversifikasi pangan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Hal  yang perlu dilaksanakan, ujar Herman, melalui adopsi investasi diversifikasi pangan berbasis komunitas, pendekatan multi helix model, pendekatan sistem agribisnis terintegrasi, inovasi pangan dan kelembagaan pangan. (NR)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus