Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Tol Cisumdawu Masih Terkendala Dana Pemerintah Pusat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_18371.jpg

    SUMEDANG-Proyek pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) masih terus dikebut. Namun di lapangan masih ada beberapa kendala yang harus diselesaikan.

    Di antaranya, penyelesaian tanah wakaf, perubahan penetapan lokasi (penlok) di seksi V sepanjang 2,5 kilometer. Selain itu harus adanya penyinkronisasian titik akhir tol yang dibangun sejak 2015 lalu ini dengan Jalan Tol Cikopo Palimanan (Cipali) yang nantinya juga menjadi akses penghubung menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

    "Saya minta bantuan Provinsi supaya ada kordinasi terkait sinkronisasi antara Cisumdawu dengan Cipali di bagian ujung yang tersambung dengan BIJB," ucap Kepala Satuan Kerja (Satker) Jalan Tol Cisumdawu, Wida Nurfaida, saat meninjau pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Selasa (26/7).

    Saat ini dilapangan pelaksana proyek masih berusaha menyelesaikan pembangunan Seksi II Jalan Tol Cisumdawu sepanjang 10,7 kilometer yang ditargetkan selesai 2017 mendatang.

    Untuk progresnya sendiri, diungkapkan Wida sampai saat ini Seksi II fase I pengerjaan fisiknya telah mencapai 76,87% dan pembebasan lahannya mencapai 93,31%. Sementara untuk Seksi II fase II proses pembebasan lahannya telah mencapai 80,12% dan pengerjaan fisiknya masih 0%.

    Dia melanjutkan, saat ini yang paling medesak adalah masalah dana untuk pembebasan lahan. Karena dananya masih sangat kurang. Kebutuhan dana untuk pembebasan lahan kurang lebih sebesar Rp 2 triliun.

    "Di APBN perubahan yang saya harapkan paling tidak untuk seksi I bisa terpenuhi 80% kebutuhan lahan di seksi I dari Cileunyi-Rancakalong. Dari kebutuhan Rp1 triliun paling tidak 80% terpenuhi," ucapnya.

    Namun yang paling dibutuhkan di APBN perubahan ini adalah dana pendamping dari pemerintah sebesar 10% dari total kebutuhan dana kontruksi atau sebesar Rp394 miliar. "Ini sudah dijanjikan terus oleh pemerintah tapi sampai sekarang belum. Itu komitmen dari pemerintah pusat. Kami hanya bisa mendorong saja," tandasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus