Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Badan Pengelola Cagar Budaya harus dibentuk di tiap lokasi wisata

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_18378.jpg

    BANDUNG-Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, mendesak realisasi pemerintah untuk membentuk  Badan Pengelola Cagar Budaya di masing-masing lokasi wisata, sebagaimana amanat dari UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, khususnya Pasal 97.

    Sebab, menurut UU tersebut, Badan Pengelola Cagar Budaya meniscayakan adanya keterlibatan unsur dari Pemerintah Pusat, Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) serta masyarakat. Sehingga kebijakan destinasi wisata dapat sesuai dengan Rencana Induk Kepariwisataan (RIK) dari Pemerintah Pusat.

    “Di Borobudur, misalnya, itu tidak dikelola oleh pemerintah kabupaten dan provinsi. Karena Borobudur dikelola oleh PT TWCB. Sesungguhnya, ketika terbit UU tersebut dua tahun setelahnya sudah harus dibentuk Badan Pengelola Bangunan Cagar Budaya. Sehingga tidak seperti sekarang ini,” jelas Fikri dalam siaran pers yang diterima jabarprov.go.id, Rabu (27/7).

    Dijelaskan Fikri, dengan tidak adanya badan pengelola tersebut, masyarakat di sekitar bangunan cagar budaya tidak dapat turut serta mengelola serta memiliki warisan budaya leluhur tersebut, baik manfaat secara ekonomi maupun secara kelembagaan organisasi.

    “Sangat disayangkan ketika di situ ada magnet yang namanya bangunan cagar budaya dan wisatawan datang tapi masyarakat sekitar tidak ikut memiliki. Jadi, kalau target pemerintah di tahun 2016 adalah mengundang 20 juta wisatawan, mau tidak mau pemerintah harus melibatkan masyarakat,” tegasnya.

    Dengan adanya badan pengelola ini, desa yang memiliki bangunan cagar budaya tidak lagi menjadi daerah termiskin, tetapi sebaliknya dapat menjadi daerah yang maju dengan mengembangkan potensi ekonomi lokal masyarakat setempat.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus