Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Diversifikasi Pangan harus Demokratis

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_18470.jpg

    BANDUNG - Anggota DPR RI Dapil Cirebon Herman Khaeron mendapatkan gelar doctor dari Universitas Padjadjaran (Unpad) melalui desertasinya yang berjudul Model Pengembangan Diversifikasi Pangan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional (Studi kasus di provinsi Jabar).


    Dalam paparannya Herman mengatakan kebijakan pangan pemerintah masih terfokus pada peningkatan produksi, penerapannya pun masih dilakukan secara parsial.

    “Saat ini, belum ada strategi diversifikasi yang terintegrasi. Untuk itu, perlu adanya perubahan fundamental, berupa kebijakan diversifikasi pangan spesifik berbasis sumber daya lokal, untuk mendukung ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan nasional,” ujarnya di Unpad Bandung, Kamis.

    Sidang Promosi Doktor Herman digelar di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, dihadiri sejumlah menteri bidang terkait pertanian dan perikanan.

    Dalam penelitiannya, Herman merumuskan model diversifikasi pangan dan ketahanan pangan berkelanjutan. Menurutnya, model diversifikasi pangan yang dikembangkan haruslah berdasarkan pada pendekatan humanis dan bersifat kolaboratif, partisipatif, dan integratif di antara seluruh elemen terkait.

    “Oleh karenanya, model ini mengedepankan penghargaan terhadap komoditas dan nilai global, namun mengedepankan moral, keragaman hayati milik negeri, nilai lokal, partisipasi, identitas bangsa, rasa bangga, dan pola budaya bangsa, merupakan model pengembangan diversifikasi, ketahanan dan kedaulatan pangan yang demokratis. Sehingga model yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah Model Pengembangan Diversifikasi Pangan Demokratis,” papar Herman, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.

    Model demokratis didesain dengan mengintegrasikan, menyinergikan, dan mengkolaborasikan komunitas petani sebagai intinya, dengan akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, dan media massa. Modal dasarnya adalah komunitas, komoditas lokal, modal sosial, inovasi pangan, investasi pangan, sistem informasi pangan, dan inovasi kelembagaan.

    “Strategi pengembangan diversifikasi pangan berkelanjutan dapat dilakukan melalui adopsi investasi diversifikasi pangan berbasis komunitas, pendekatan multi helix model, pendekatan sistem agribisnis terintegrasi, metode terintegrasi pemberdayaan dan pengembangan masyarakat, inovasi pangan dan kelembagaan pangan, inisiasi institusi pangan lokal profesional seperti Bulog desa dan BUMDes, serta pengembangan modal pangan masyarakat,” ujar Herman. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus