Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Menkop: Tiga Hal Reformasi Total Koperasi di Indonesia

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_18493.jpg

    KOTA BEKASI-Menteri Koperasi dan UKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, usai acara pembukaan memberikan apresiasi terhadap sambutan yang telah diungkapkan Aher dalam acara ini. Puspayoga juga mengatakan, koperasi merupakan hal baik, tidak hanya bagi pertumbuhan ekonomi, namun juga pemerataan kesejahteraan di masyarakat.

    "Pertumbuhan boleh meningkat, tapi kalau koperasinya ga bagus, ga kita struktur dengan baik, ga kita urus dengan baik tentunya pemerataan kesejahteraan itu tidak akan tercapai. Ini luar biasa sambutan Pak Gubernur," kata Puspayoga pada Acara puncak Harkop 2016 yang digelar di Bekasi Town Square, Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi pada Selasa (2/8/16).

    Untuk mendukung hal tersebut, dalam sambutannya Puspayoga juga mengungkapkan bahwa pemerintahan Jokowi-JK terus berkomitmen memperbaiki koperasi, salah satunya melalui deregulasi. Deregulasi ini menjadi sangat penting, ketika peringkat kemudahan berusaha atau is doing bussiness Indonesia berada diposisi 109 dunia saat ini. Dan hal inilah yang harus dilakukan oleh pemerintah pusat bekerjasama dengan pemerintah di daerah.

    "Dan fokusnya apa? Fokus dari deregulasi itu adalah: kesatu, infrastruktur; kedua, tourism; ketiga energi, dan keempat, maritim. Ini ada empat hal yang difokuskan oleh presiden kita," ujar Puspayoga.

    Lanjut Puspayoga, pemerintah terus mendorong keempat hal tersebut karena untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi maka lapangan kerja akan meningkat, sehingga jumlah kemiskinan dan pengangguran pun akan menurun.

    Puspayoga pun menyambut baik acara Jabar Asean Cooperative Summit ini. Keterlibatan sembilan negara Asean dan Kanada ini merupakan bagian dari sinergi serta bisa dijadikan celah untuk perdagangan dalam negeri.

    "Ini bagian dari sinergi. Ini luar biasa kan, jadi untuk membuka misi-misi dagang kita. Kemudian dari sisi manajemen juga kan bisa dilatih SDM kita kemudian urusan produknya. Ini kan bagus sekali kalau sudah sinergi seperti ini," pungkasnya.

    Pada kesempatan ini, Menteri Puspayoga juga menjelaskan mengenai upaya pemerintah dalam mereformasi total koperasi di Indonesia. Jumlah koperasi di Indonesia saat ini mencapai 2.000-an, sementara koperasi aktif hanya berjumlah 1.700-an koperasi.

    "Kita harus melakukan reformasi total terhadap koperasi. Ada tiga hal yang sudah dilakukan pemerintah saat ini," jelas Puspayoga.

    Ketiga hal tersebut diantaranya: Rehabilitasi, melalui perbaikan database atau pendataan koperasi nasional terutama koperasi yang aktif melalui database elektronik; Reorientasi, fokus terhadap kualitas dari koperasi yang ada, sehingga jumlah koperasi tidak harus banyak, koperasi dalam jumlah sedikit namun koperasi-koperasi tersebut berkualitas, serta adanya penambahan anggota setiap tahun. Dengan demikian diharapkan koperasi kita akan terus hidup dan berkualitas; Pengembangan koperasi, melalui cara kerjasama dengan pemerintah di daerah. Hal ini perlu dilakukan dengan cara memperkuat lembaga dan manajemen koperasi. Setelah kuat lembaga dan manajemennya kemudian diperkuat sisi pendanaannya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus