Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Program Desa di Jabar Jadi Contoh Menteri

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_18646.jpg

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, menerima kunjungan dan audiensi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo, beserta rombongannya, di Gedung Negara Pakuan, Jum'at (12/08).

    Menteri Eko mengatakan, tujuannya mendatangi rumah dinas (rumdin) Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) adalah, dirinya ingin meminta masukan dari Aher soal pembangunan desa. Pasalnya, Ia menilai Gubernur Jawa Barat telah sukses membangun daerah yang dipimpinnya.

    “Kami perlu banyak belajar, dan menerima masukan dari beliau (Aher). Selain itu beliau juga komitmen mendukung program kami untuk membuat daerah unggulan, sarana -sarana, serta infrastruktur di daerah tertinggal,” ujar Eko usai pertemuan.

    "Jumlah desa di Indonesia mencapai 74.754 desa. Untuk membangun puluhan ribu desa tersebut, diharapkan ada program nasional, yang modelnya bisa mengadaptasi, atau mencontoh dari program yang ada di Jabar," Tuturnya.

    Saat ini pun, Mendes akan mengunjungi sejumlah BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) di Jawa Barat seperti di Garut, dan daerah sekitarnya untuk dipelajari.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mengaku senang karena program desa di Jawa Barat menjadi percontohan bagi kementerian itu.

    "Ketika lomba desa/kelurahan tingkat nasional, Jabar rata-rata masuk sepuluh besar. Tahun ini masuk tiga besar. Jadi Alhamdulillah banyak perkembangan di lapangan dan ini bukti kerja para kepala desa, Kabupaten/ Kota, BPMPD Provinsi Jawa Barat," Ungkap Aher.

    “Pak Menteri tertarik dan akan melihat desa yang berkembang. Pak Menteri juga ingin merancang desa itu menjadi pusat komoditas, khususnya pertanian,” tambahnya.

    Lanjut Aher, Mendes memiliki keseriusan untuk mengembangkan desa agar jadi sumber kemajuan. Sehingga misi membangun dari 'pinggiran', atau dari desa, dapat terwujud dengan sebaik- baiknya. Selain itu, dengan kemajuan yang tercapai, desa pun akan menjadi pusat komoditas.

    Artinya, desa mempunyai komoditas khusus agar mempunyai daya jual, dan daya saing. Seperti misalnya, Garut menjadi kawasan komoditas ternak domba, atau sapi, Cianjur kawasan hotikultura, Sukabumi umbi- umbian, dan komoditas lain di kawasan lainnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus