Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Anugerah Inovasi, Prakarsa dan Pelopor Pemberdayaan Masyarakat Jawa Barat 2016

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_18668.jpg

    BANDUNG–Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Anugerah Inovasi, Prakarsa dan Pelopor Pemberdayaan Masyarakat Jawa Barat Tahun 2016. Penyerahan Anugerah kepada para pemenang menurut rencana akan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada Senin (15/8/16) malam di Aula Barat Gedung Sate.

    Kepala Biro Pengembangan Sosial Setda Provinsi Jawa Barat R. Ruddy Gandakusumah mengatakan Pemprov Jabar memberikan anugerah ini adalah kali ke-6 bagi penyelenggaraan Anugerah Inovasi, kali ke-4 bagi Anugerah Prakarsa dan kali ke-2 bagi Anugerah Pelopor Pemberdayaan Masyarakat Jawa Barat.

    “Ini adalah bentuk apresiasi dan penghargaan yang tinggi dari Gubernur kepada masyarakat Jawa Barat yang memiliki gagasan, produk dan proses inovatif serta perubahan di masyarakat sehingga menggerakkan pembangunan di Jawa Barat,” katanya.

    Selain itu, menurut Ruddy, anugerah ini juga bertujuan menumbuhkan motivasi masyarakat untuk lebih kreatif, inovatif dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan di Jawa Barat.

    “Topik yang diajukan untuk anugerah inovasi, prakarsa dan pemberdayaan masyarakat Jawa Barat 2016 ini adalah Pendidikan, Kesehatan, Pangan, Energi, Seni Budaya, Pariwisata, Infrastruktur, dan Lingkungan Hidup,” kata Ruddy.

    "Para pemenang akan mendapatkan piagam penghargaan, piala dan dana stimulasi. Untuk pemenang Anugerah Inovasi : masing-masing dana sebesar Rp 50.000.000,- beserta Penghargaan Gubernur dan Piala untuk enam pemenang. Untuk Anugerah Prakarsa : masing-masing dana sebesar Rp 25.00.000 beserta Penghargaan Gubernur dan Piala untuk empat pemenang. Sedangkan untuk Anugerah Pelopor Pemberdayaan Masyarakat : masing-masing dana sebesar Rp 50.000.000,- beserta Penghargaan Gubernur dan Piala untuk lima pemenang,” kata Ruddy.

    Adapun Tim Penilai/Pengkaji Anugerah Inovasi Prakarsa Jabar adalah: Ir. Sondi Kuswaryan, MS.  (Unpad), Dr. Reginawanti Hindersah, MP. (Unpad), Dr. Nathanael P. Tandian, M.Sc (ITB), Dr. dr. Denny K. Sunjaya, DESS (Unpad), Prof. Dr. Dasim Budimansyah (UPI), Dr. Rer.nat. Ir. Suseno Amien (Unpad), dan Dr. Y. Martinus Pasaribu, M.Sn (ITB). Sedangkan untuk Tim Penilai/Pengkaji  Anugerah Pelopor Pemberdayaan Masyarakat Jabar, sebagai berikut: Dr. Yadi Ruyadi, M.Si (UPI), Dr. Arthur S, Nalan, S.Sen. M.Hum (ISBI), Ir. Sondi Kuswaryan, MS. (Unpad), Dr. Reginawanti Hindersah, MP. (Unpad), dan Dra. Meiti Subhardini, P.hD (STKS).

    Perbedaan Inovasi, Prakarsa dan Pelopor Pemberdayaan Masyarakat

    Kepala Biro Bangsos Setda Jabar Ruddy Gandakusumah menjelaskan perbedaan tiga kategori penghargaan yang nanti malam akan diserahkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Inovasi merujuk pada metode, ide, atau produk baru yang berbeda dari yang sudah dikenal sebelumnya. Karya inovatif ini sudah bernilai ekonomis dan telah memiliki nilai tambah yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.

    Prakarsa, menurutnya diklasifikasikan kepada pemikiran atau gagasan yang telah dituangkan dalam bentuk model, konsep, desain, maupun prototipe akhir disertai cetak biru. Pemikiran atau ide ini dapat telah melalui pengujian skala kecil (pembuktian konsep) sebagai upaya untuk memperlihatkan bahwa secara teknis, ekonomis, sosial, dan lingkungan prakarsa dapat direalisasikan.

    “Sedangkan Pelopor Pemberdayaan Masyarakat adalah merupakan pengakuan dan apresiasi Gubernur Jawa Barat bagi warga masyarakat yang telah memberikan pengabdian dan darma bakti melalui upaya pemberdayaan masyarakat yang dengan nyata meningkatkan taraf hidup suatu masyarakat,” jelasnya.

    Tak kalah penting menurut Ruddy, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memiliki Perda No. 5 Tahun 2012 tentang Perlindungan Kekayaan Intelektual. Tahun 2015 Biro Bangsos menginisiasi penyusunan Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 73 tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Fasilitasi Pendaftaran Kekayaan Intelektual.

    “Pada tahun 2016 kami bermaksud menginisiasi pembentukan “Sentra Kekayaan Intelektual” dengan melibatkan OPD terkait, dengan kegiatan administrasi pendaftaran kekayaan intelektual, sosialisasi dan bimbingan teknis kekayaan intelektual kepada masyarakat khususnya kepada UMKM,” tutupnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus