Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Indonesia, Dari Eksportir Menjadi Importir Minyak

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Hardiono-Wakil-Kepala-BPMigas.jpg

    BANDUNG – Indonesia sempat berjaya dalam perminyakan. Tahun 1977 Indonesia menjadi Negara Eksportir terbesar di Asia Tenggara dengan produksi minyak mentah mencapai 1,7 juta barel per hari, sedangkan kebutuhan minyak dalam negeri saat itu masih jauh lebih kecil dari produksi minyaknya. Namun, Wakil Kepala Badan Pengawas Minyak dan Gas (BP MIGAS) Hardiono mengatakan, saat ini Indonesia menjadi negara pengimpor minyak. Hal itu diungkapkan Hardiono di sela-sela Temu Wicara Pengusaha Nasional Perminyakan dan BP MIGAS di Bandung, yang berlangsung 10-11 Maret 2011.

    “Indonesia kini menjadi Negara Importir minyak di Asia Tenggara. Pasalnya, produksi minyak Indonesia saat ini hanya 915 ribu barel per hari, sementara kebutuhan minyak dalam negeri mencapai 1,4 juta barel per hari. Jadi ya, terpaksa kita impor terus sekarang” ujar Hardiono.

    Dari selisih produksi dan kebutuhan minyak dalam negeri itu, menurut Hardiono, Indonesia terpaksa harus mengimpor minyak kurang lebih 500 ribu barel per hari. Penurunan produksi minyak mentah itu menurut Hardiono, diakibatkan berbagai faktor. Diantaranya adalah banyak kilang tua yang sudah tidak bisa berproduksi lagi, sementara eksplorasi kilang baru, belum optimal dilakukan.

    “Namun kita sedang berupaya untuk terus menggenjot produksi minyak mentah kita, diantaranya dengan penguatan pengusaha perminyakan nasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Mudah-mudahan target kita, tahun 2014 produksi minyak mentah kita bisa mencapai ke posisi psikologis 1 juta barel per hari” katanya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus