Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bio Farma Sinergikan Kemandirian Nasional Bidang Life Science

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_18803.jpg

    BANDUNG-Pada 24-25 Agustus 2016 akan berlangsung Forum Riset Life Science Nasional (FRLN) yang akan mensinergikan lintas stakeholder antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas.

    Sesuai dengan namanya, forum yang sudah terbentuk sejak tahun 2011 silam ini, sebelumnya bernama Forum Riset Vaksin Nasional (FRVN) dan tahun ini ada penyesuaian menjadi Forum Riset Life Science Nasional (FRLN), akan dihadiri 400 periset/peneliti se-Indonesia dari Universitas, Pemerintah dan Industri, khususnya periset dalam bidang Vaksin dan Life Science.

    Bertujuan untuk pengembangan produk biofarmasetikal, farmasi, dan alat kesehatan di dalam negeri untuk mewujudkan kemandirian produk nasional, guna memenuhi kebutuhan dalam negeri. Rencananya FRLN 2016 ini akan dibuka oleh Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir dan Direktur Utama Bio Farma, Iskandar.

    Menurut Dr. Maharani, Peneliti Senior Bio Farma dan Ketua Panitia FRLN 2016, "Konsep FRLN tahun 2016 ini difokuskan diskusi capaian hasil konsorsium dan working group di hari pertama guna menghasilkan rekomendasi percepatan ke arah komersialisasi. Di hari kedua, hasil dan rekomendasi disampaikan kepada para stakeholder agar percepatan komersialisasi produk life science dapat terkawal dengan baik" jelasnya di Bandung, Selasa (23/8).

    Pada FRLN 2016, juga akan dilakukan serah terima antigen klon TB dari Konsorsium Tuberculosis kepada Kementerian Kesehatan yang selanjutnya diserahkan kepada Bio Farma untuk pengembangan ke skala industri.  

    Konsorsium riset Tuberculosis terdiri dari beberapa institusi, yaitu Bio Farma, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, Universitas Hassanudin, Universitas Brawijaya, Universitas Mataram, Universitas Jember, Unika Atma Jaya dan RS Rotinsulu. Pusat Biomedik dan Teknologi Dasar Kesehatan Litbangkes RI sebagai Koordinator.

    Sebagai bentuk dukungan Bio Farma terhadap riset Life Science di Indonesia bagian timur, pada FRLN 2016 juga akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Dirut Bio Farma Iskandar dengan Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si.,Ph.D (Rektor Universitas Nusa Cendana Kupang, NTT) dalam kaitan kerja sama riset produksi anti serum. Dalam upaya untuk melindungi pengelolaan terhadap kekayaan intelektual, juga akan ditandatangani nota kesepahaman antara Bio Farma dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Republik Indonesia.

    "Percepatan hilirisasi produk Life Science memerlukan dukungan pihak-pihak terkait, seperti kebijakan, regulasi, dan pendanaan. Karena itu, dalam simposium akan diselenggarakan talk show mengupas permasalahan yang dihadapi peneliti dengan mengundang para pakar. Seperti pada bidang translasi riset produk Life Science, Kementerian Kesehatan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan" tutupnya. jo

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus