Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Buruh Desak Dilibatkan Susun Raperda Tenaga Kerja

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_18930.jpg

    SUBANG–Aliansi Buruh Subang (ABS) siap mengawal proses penyusunan Raperda tentang Tenaga Kerja di Subang. Mereka menyampaikan aspirasi tersebut dalam aksi demo ke Kantor DPRD Kabupaten Subang, Kamis (1/9/2016). Menurut Koordinator Lapangan, Suwira ada kejanggalan dalam penyusunan Raperda karena draft yang diajukan merupakan rumusan yang pernah ditolaknya karena isinya tidak seimbang.

    ”Isinya tidak seimbang. Isinya itu UU. Bukan Perda. Copy paste dari UU No. 13 (tahun 2003). Itu belum dikaji,” ujar Suwira.

    Kata Suwira, pihaknya mengharapkan supaya bisa segera disusun secara serius dengan melibatkan semua pihak dalam menuangkannya dalam Naskah Akademik yang disusun oleh Akademisi dalam hal ini Universitas Subang (Unsub).

    ”Kami telah menulis surat kepada Unsub untuk menampung semua masukan, termasuk dari buruh. Maka dari itu nanti dalam MoU kami juga minta hadir,” tambahnya.

    Dalam aksinya para buruh melakukan orasi di depan ruang lobi Kantor DPRD. Pertama kali mereka diterima oleh Ketua DPRD Subang, Beni Rudiono yang didampingi Ketua Komisi IV yang menangani penyusunan Raperda.

    Sementara itu menurut Ketua DPRD Kab Subang, Beni Rudiono menjelaskan bahwa draft yang ada sekarang bentuknya masih setengah jadi yang sifatnya masih terbuka untuk dilakukan perubahan dengan masukan dari semua pihak termasuk dari pihak buruh.

    ”Begini, mengenai draft itu tidak ada masalah. Itu kan baru rancangan. Bisa saja ada tambah atau kurang. Nanti mereka (buruh) diundang juga (termasuk) ada akademisi dan lain-lain. Nanti duduk bareng,” ujarnya menjelaskan.

    Selanjutnya kata Beni proses penyusunan Raperda tengah berjalan, hanya sempat tertunda karena pada Bulan Agustus lalu sibuk dengan kegiatan HUT Kemerdekaan RI. Hasil-hasil Badan Musyawarah sudah siap. Direncanakan akan kembali berjalan pada pertengahan Bulan September ini.

    Mengenai adanya miss komunikasi dalam hal penyusunan draft dan Naskah Akademis, pihaknya akan berkomunikasi dengan pihak Perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Subang.

    ”Nanti kita juga akan tanyakan masalah ini ke Unsub,” pungkasnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus