Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Bencana di Kab. Garut Menyisakan Pekerjaan Rumah

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_19235.jpg

    GARUT-Bencana banjir bandang Sungai Cimanuk menyisakan banyak pekerjaan. Selain penanganan fisik sungai, juga masalah sosial yang meliputi pemulihan rumah penduduk yang berada di bantaran Sungai Cimanuk.

    Dalam pantauan di lapangan, Kamis (22/9) Menteri PUPR melihat secara langsung kondisi Sungai Cimanuk dan permukiman yang menghuni bantaran sungai. Dari pantauan di lapangan, bantaran sungai telah ditumbuhi rumah-rumah penduduk, dari mulai semi permanen hingga permanen, sehingga manakalah sungai Cimanuk meluap seperti yang terjadi Selasa (20/9) malam, maka luapan itu menggenangi rumah penduduk dan alirannya merobohkan rumah-rumah, terutama yang semi permanen.

    Menurut Menteri PUPR, bahwa radius minimal 15 meter dari bantaran sungai tidak diperkenankan ada bangunan, dan oleh karena itu radius tersebut perlu dibangun area kosong (open space) yang digunakan untuk area bermain atau tempat rekreasi lainnya.

    Terdapat ratusan rumah-rumah yang secara geografis lebih rendah dari sungai, seperti yang ada di Jl.RSUD, di kawasan itu terdapat rumah sakit umum daerah (RSUD) RSUD dr.Slamet Garut, Sekolah SLB, dan Balai Kesehatan Paru Masyarakat. Kesemuanya itu terendam luapan Sungai Cimanuk.

    Banjir bandang yang menimpa 7 kecamatan di Garut menyebabkan sekitar 633 bangunan terendam sampai ketinggian 2,5 meter terutama di daerah aliran sungai Cimanuk. Terdapat 7 kecamatan yang terkena dampak yaitu Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Bayongbong, Banyuresmi, Karangpawitan, Cibatu dan Garut Kota. Mengatasi hal tersebut Bupati Garut, Rudy Gunawan akan menempatkan korban banjir di Rumah susun sederhana (Rusunawa) yang berlokasi di Jalan Raya Bayongbong, Desa Mangkurakyat, Kec. Cilawu, demikian dilansir www.garutkab.go.id.

    Bupati Garut Rudy Gunawan mengemukakan, nantinya seluruh pengungsi akan dipindahkan dari sekitar bantaran kali. Soal penempatannya, Rudy akan merencanakan di tempat khusus dan atau di rusunawa. "Sakarang juga sudah ada rusunawa, tapi hanya untuk 94 KK, lanjutnya.

    Soal luapan sungai Cimanuk kemarin itu, menurut Bupati Garut Rudy Gunawan lebih banyak disebabkan meluapnya sungai-sungai yang bermuara ke Sungai Cimanuk, yang ada di daerah Bayongbong, Tarogong Kidul dan Samarang. Sedangkan daerah hulu Sungai Cimanuk yang berada di Kecamatan Cisurupan, masih dalam kondisi baik.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus