Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Netty : Festival Wayang Dorong Kecintaan Budaya Sendiri

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/DSCN67831.jpg

    Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Daerah Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan membuka Bandung Wayang Festival tahun 2011 di Jabar Craft  Center atau Gedung Dekranasda Jawa Barat Jl. Ir. H.Juanda 16 Bandung, Senin (21/3). Festival itu merupakan yang terbesar dan pertama di Indonesia. Rencananya pameran itu digelar hingga 26 Maret 2011 dan dibagi menjadi 3 program  utama pertunjukan (tradisi hingga kontemporer), yakni; pameran (komik, ilustrasi wayang, grafis, animasi serta multi media), sarasehan dan pertemuan masyarakat  pecinta wayang. Diskusi wayang pun akan digelar dengan tema "Wayang Di Tangan  Generasi Muda".
     
    “Diharapkan kegiatan ini menjadi bagian upaya menjaga salah satu kebudayaan Jawa Barat yang sudah mulai tergeser oleh perkembangan zaman. Diharapkan pula agar  kaum muda mulai antusias memperhatikan kebudayaannya sendiri,” ujar Netty usai  membuka Festival. Menurutnya acara ini cukup meriah untuk itu pihaknya mendukung  diselenggarakannya festival wayang, sebagai wahana meningkatkan kecintaan pada  seni budaya sendiri. Apalagi memajang ribuan  wayang, baik wayang golek, maupun  wayang kulit dari Tanah Air, kini berada di kolektor wayang  yang berada di  Malaysia, Jepang, Jerman, Belanda, Inggris dan Amerika Serikat.
     
    Sementara itu Direktur   “Bandung Wayang Festival”  Hermawan Rianto menyatakan  salah satu tujuan dilaksanakan festival ini diantaranya mengumpulkan kembali  koleksi wayang yang berserakan di sejumlah kolektor.  Tidak hanya di dalam negeri, bahkan di luar negeri. Disebutkan, wayang yang berpindah tangan itu  beberapa diantaranya ada jenis wayang  yang digunakan Sunan Kalijaga, saat  menyebarkan agam Islam  abad ke 15 dan beberapa lainnya, adalah wayang yang pernah dipentaskan  di hadapan tamu negara dan kepala negara, diantaranya   Presiden RI pertama Bung Karno, kemudian Suharto dan Gus Dur.
     
    Menurut Hermawan ada sekitar sembilan kolektor yang ikut berpartisipasi dalam  pameran tersebut, diantaranya; Priyanto Sunarto, Abah Soma dan Tutun Hatta  Saputra. Para kolektor tersebut menyajikan koleksi wayang dari Jawa. Antara lain koleksi Wayang Golek dari Jabar dan Wayang Kulit dari Jawa Tengah dan  sekitarnya. "Para maestro memberi pelajaran, para junior belajar, para seniman  lain membuat interpretasi, para pengkaji membuat apresiasi, dan para penikmat  dimanjakan dengan pagelaran yang hangat dan menyenangkan. Kedepan wayang  diharapkan dapat dikemas menjadi sebuah industri tersendiri," ujarnya.
     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus