Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    7 Program Strategis Peningkatan Kualitas Lingkungan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_19414.JPG

    SOREANG-Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Ir. H. Sofian Nataprawira, MP mengungkapkan tujuh program strategis untuk peningkatan lingkungan di Kabupaten Bandung, intinya melakukan penanganan sampah, limbah dan pengelolaan sungai dengan benar. Hal tersebut disampaikan Sofian pada acara Sosialisasi Pengelolaan Sungai kepada Aparatur dan Masyarakat dalam rangka gerakan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) di Kabupaten Bandung tahun 2016, yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Balesawala Soreang, Selasa (4/10).

    “Fokus perencanaan pembangunan untuk peningkatan kualitas lingkungan yakni adanya penyediaan tempat pembuangan sampah terpadu, mendorong terbentuknya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, pelarangan buang sampah ke sungai, fasilitasi rumah tangga yang memiliki akses sanitasi, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Domestik, pengelolaan sampah berbasis komunitas dan pengelolaan limbah sungai berbasis komunitas serta penanggulangan lahan kritis” ungkapnya.

    Bersamaan dengan itu Sofian berharap, melalui program tersebut semua pihak dapat berkontribusi secara sabilulungan dalam mewujudkan peningkatan kualitas lingkungan di Kabupaten Bandung, khususnya dalam program Citarum Bersih Indah dan Lestari (Bestari) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    “Saya berharap, dengan sabilulungan pemerintah, pengusaha dan masyarakat dapat memberikan kontribusi dan kerjasamanya dalam membangun pemahaman serta komitmen demi terwujudnya Citarum lebih baik,” imbuh Sofian yang juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung ini.

    Lebih lanjut Sofian memaparkan, beberapa kegiatan sudah dilakukan untuk normalisasi sungai–sungai di Kabupaten Bandung. Namun hal itu tidak akan terwujud jika semua pihak tidak saling bekerja sama.

    “Menghindari bencana atau mengurangi resiko dan kerugian khususnya bencana banjir, diperlukan adanya pemahaman tentang pengelolaan sungai yang baik dengan kerja sama semua pihak,” pungkasnya.

    Upaya yang telah dilakukan Pemkab Bandung untuk menangani permasalahan sungai Citarum, menurut Sofian Nataprawira diantaranya penyediaan tanah wakaf sabilulungan diseputar hulu sungai Citarum. Disamping penyediaan dana yang berasal dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp 210 miliar lebih selama tahun 2011 sampai dengan 2015.

    Dana tersebut kata Sofian digunakan untuk konservasi sungai, danau dan sumber daya air, pengendalian banjir, pengendalian pencemaran, pembangunan saluran drainase disamping untuk perlindungan sumber daya air lainnya.

    Sofian juga menambahkan, selain keterlibatan dan kesadaran masyarakat serta pengusaha untuk pengelolaan sungai ini, Pemkab Bandung tengah menyiapkan TPA untuk menampung sampah baik itu sampah rumah tangga, industri, dan sampah lainnya.

    “Meskipun saat ini kita masih membuang sampah ke TPA Desa Sarimukti Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat, Pemerintah sedang menyiapkan lokasi TPA di Kabupaten Bandung, yang nantinya akan disinergikan dengan dinas terkait,” kata Sofian.

    Berkaitan dengan hal tersebut, menurutnya saat ini Pemkab Bandung tengah merumuskan pembentukan dan susunan perangkat daerah, yang salah satunya Dinas Lingkungan Hidup (LH). Kedepannya Dinas LH ini akan melakukan penyelenggaraan pemerintahan di bidang lingkungan hidup, seperti pengelolaan sampah dan sungai di Kabupaten Bandung.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus