Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BAZNAS Diharapkan Mampu Koordinasi Seluruh Lembaga Amil Zakat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_19441.jpg

    BANDUNG–Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Iskan Qolba Lubis berharap BAZNAS menjadi lembaga yang dapat mengkoordinasi seluruh amil zakat di Indonesia. Hal itu agar tercipta sinergi dalam program peningkatan kesejahteraan umat.
     
    “BAZNAS sebagai lembaga nonstruktural harus bisa menjadi koordinator bagi lembaga amil zakat lainnya, agar mampu berkontribusi kepada negara di bidang pembangunan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan melalui pengelolaan dana zakat,” kata Iskan dalam rilis yang diterima jabarprov.go.id, Kamis (6/10).

    Iskan, dalam keterangannya mengungkapkan peran BAZNAS selaku koordinator menjadi penting mengingat lembaga yang didirikan melalui Keputusan Presiden RI No. 8 Tahun 2001 ini mendapatkan bantuan pembiayaan dari APBN sehingga manfaat yang diterima negara dan bangsa seharusnya jauh lebih besar.

    "BAZNAS berperan sebagai penyedia bantuan jaminan sosial bagi fakir miskin di tanah air kita. Kehadiran lembaga ini menopang tugas negara dalam menyejahterakan masyarakat, sehingga sewajarnya mampu berkoordinasi dengan seluruh lembaga amil zakat yang ada" ungkapnya.

    Tanpa adanya koordinasi antar lembaga amil zakat, akan menyebabkan tidak terserapnya seluruh potensi zakat Indonesia. Hal itu terbukti dengan masih tidak maksimalnya pembayaran zakat karena tersebar di banyak tempat.

    “Padahal, potensi zakat Indonesia sangat besar, bahkan terbesar di Asia, berdasarkan data BAZNAS sendiri telah mencapai Rp 217 triliun per tahun. Ini kan potensi yang luar biasa jika digerakkan dengan maksimal,” ujarnya.

    Untuk mampu mengkoordinasi semua lembaga amil zakat, dan mampu menyerap semua potensi zakat di Indonesia, maka BAZNAS juga perlu meningkatkan akuntabilitas dan profesionalitas. Selain itu, menurutnya lembaga ini juga perlu melakukan inovasi dan pembaruan dalam mengelola zakat, sehingga mendapatkan kepercayaan publik.

    “Kebiasaan masyarakat, selama ini lebih percaya menyerahkan Zakat, Infaq dan Sedekahnya secara langsung kepada yang membutuhkan, sehingga lembaga yang sudah mendapat izin dari pemerintah justru kurang mendapat perhatian," tutup Iskan.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus