Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    DR.HR.Zulki Zulkifli Noor, Rektor Unwim Periode 2011-2015

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/Rektor-Unwim-Zulki-Zulkifli-Noor.jpg

    BANDUNG-DR.HR.Zulki Zulkifli Noor, ST,SH,MH,MM dilantik menjadi Rektor Universitas Winaya Mukti (Unwim) Periode 2011-2015 oleh Ketua Pengurus Yayasan Winaya Mukti, Drs.H.Soni Djoko Santoso, Msi di Gedung Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Selasa (22/3). Pria kelahiran Bandung, 5 Januari 1969 itu dilantik menjadi Rektor Unwim berdasarkan Keputusan Ketua Pengurus Yayasan Winaya Mukti Nomor 900/02/YWM/Kep/2011 tentang Pengangkatan Rektor Unwim.

    Acara pelantikan Rektor Unwim tersebut diwarnai dengan prosesi budaya Sunda. Sambutan Ketua Pengurus Yayasan Unwim, Drs.H. Soni Djoko Santoso, Ketua Pembina Yayasan Unwim Ir.H. Setia Hidayat, salah seorang Pendiri Unwim H. Ateng Syafrudin dan Mantan Rektor Unwim Endang Sufiadi disampaikan dalam bahasa Sunda. Acara dihadiri oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Moeldoko, Kapolda Jabar Irjen Pol. Suparni Parto, para tokoh Jawa Barat antara lain H. Agum Gumelar, H. Ateng Syafrudin dan H. Karna Suwanda serta sejumlah undangan.

    DR.RH.Zulki Zulkifli usai acara pelantikan menyatakan, langkah awal dalam mengemban tugasnya akan melaksanakan tiga agenda besar. Pertama, menata ulang sarana dan prasarana Unwim hingga bisa melaksanakan penerimaan mahasiswa baru. Kedua, menata kembali administrasi dan personalia di lingkungan Unwim. Ketiga, menyelesaikan permasalahan, terutama pelaksanaan kegiatan perkuliahan mahasiswa.

    Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Winaya Mukti, Ir.H. Setia Hidayat mengharapkan, ke depan Unwim menjadi pionir dalam memelihara nilai-nilai luhur pendidikan perguruan tinggi di Jawa Barat. Jangan sampai seperti terungkap dalam peribahasa yang disampaikan oleh para leluhur Sunda.

    “Kawung mabur carulukna, gula leungiteun ganduan, ciherang kantun kiruhna, ciamis kari paitna, samak tinggaleun pandanna, kiai langka aji, pandeta ilang komarana, kahuruan ku nafsu.” (enal)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus