Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Gubernur Bersama Pekerja dan Pengusaha Tanam 30.000 Pohon

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/GUBERNUR-ONFACE1.jpg

     

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendukung upaya para pekerja bersama pengusaha melakukan gerakan penghijauan di lingkungan kerja masing-masing. Kegiatan ini selain bermanfaat bagi perbaikan lingkungan juga mempererat hubungan yang lebih harmonis antara pekerja dengan pengusaha. Sehingga ke depan semangat pekerja dan pengusaha cinta lingkungan harus terus ditingkatkan bahkan dikembangkan ke pola hubungan yang lebih konstruktif. Hal itu dinyatakan Heryawan usai menanam pohon dalam program "pekerja peduli lingkungan", di Kawasan Industri Mekar Raya, Soekarno Hatta Bandung, Kamis (24/3).
     
    "Ini merupakan bukti hubungan yang harmonis dan produktif sekaligus konstruktif. Para pekerja bersama para pengusaha memiliki kepedulian yang sama dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Khususnya melalui gerakan menanam pohon di lingkungan kerja masing-masing. Sehingga diharapkan dengan kesadaran yang sama tentang arti penting lingkungan yang baik, Insya Allah Jawa Barat menjadi kawasan yang subur dengan lingkungan yang bersih, sehat dan seimbang," tutur Heryawan saat menanam pohon trembesi sebagai tanda dimulainya penghijauan di seluruh kawasan industri yang diprakarasi Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jawa Barat.
     
    Dalam aksinya, SPN Jawa Barat akan menanam pohon sebanyak 30.000 batang yang disebar ke seluruh pengurus dan masyarakat sekitar. Mereka akan menanam pohon di lingkungan kerja masing-masing. Diharapkan aksi ini akan terus ditingkatkan, mengingat kondisi lingkungan menuntut upaya perbaikan melalui penghijauan. "Dengan lingkungan yang hijau, maka kualitas udara menjadi lebih baik. Ancaman bencana yang diakibatkan hutan dan bukit gundul akan bisa dihindari. Demikian juga dengan adanya tanaman, maka air dapat disimpan di dalam tanah sebagai cadangan saat musim kemarau," jelas Heryawan.
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus