Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Kerjasama Pembangunan Desa dengan Korsel

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_19669.jpg

    SUBANG–Dalam rangka meningkatkan wawasan berbasiskan Kesejahteraan Masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang membuka peluang kerja sama dengan negara lain. Menurut Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih, Pemkab Subang memberikan peluang kepada pihak manapun yang bisa membuka jalinan kerja sama dengan luar negeri.

    “Intinya siapapun tidak hanya pimpinan, siapapun yang punya akses dengan siapa saja dengan orang mana saja termasuk orang luar negeri untuk kepentingan masyarakat kita, tidak ada salahnya silahkan saja membuka hubungan dengan mereka (luar negeri),” ujarnya kepada wartawan di kantornya, Senin (24/10).

    Apalagi, lanjut Imas sebagai bagian dari negara berkembang membutuhkan pengetahuan khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Apalagi kita negara berkembang membutuhkan bantuan dari mereka apalagi mereka sudah dianggap sebagai negara yang mampu maju untuk membantu kita sebagai negara berkembang.

    Upaya tersebut salah satunya melalui Kerja sama dengan Negara Korea Selatan melalui Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia yang dituangkan dalam “Program Pemberdayaan Masyarakat Dengan Pola Saemaul Undong di Desa Tanjungwangi Cijambe Kabupaten Subang”.

    Naskah Perjanjiannya ditandatangani oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPM dan KB), Syawal dan Katua Yayasan Saemaul Indonesia, Maya di hadapan Plt Bupati Subang sebelum Apel Pagi.

    Menurut Maya pemberdayaan dengan Korea Selatan ini difokuskan untuk memberikan motivasi pembangunan desa dengan memberdayakan potensi yang ada di desa Tanjungwangi dengan sukarelawan dari Korea Selatan sebanyak 3 orang. Program ini akan berjalan selama 5 tahun dengan langkah pertama pemberdayaan pembuatan pakan ikan dari jerami.

    Untuk selanjutnya kata Maya sangat memungkinkan dilakukan pengembangan ke desa-desa lain sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya di Yogyakarta dan Bali dalam bentuk pemberdayaan masyarakat membangun kampung adat yang menghasilkan potensi pariwisata.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus