Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Nila: Perlu Kemandirian Farmasi

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_19702.jpg

    BANDUNG-Kebutuhan bahan baku untuk pembuatan obat, hingga saat ini sebagian besar masih harus di impor dari sejumlah negara seiring dengan tidak tersediaanya bahan baku dari dalam negeri untuk pembuatan obat-obatan.

    Namun dengan adanya kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika membuat bahan baku yang impor tersebut cukup mahal, sehingga berdampak pada nilai jual obat yang diproduksi oleh sejumlah perusahaan obat-obatan dari dalam negeri.

    Oleh karenanya menurut Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita Farid Moeloek, perlunya kemandirian farmasi untuk terus meningkatkan bahan baku lokal untuk membuat obat-obatan.

    “Kita mengetahui selama ini, bahan baku obat ini dari India dan Tiongkok, itu karena murah tapi dengan adanya kenaikan Dolar Amerika kita harus hati-hati,” ujarnya.

    Menurut Nila, untuk mengurangi impor bahan baku pembuatan obat ini sejumah perusahaan farmasi dari Indonesia telah melakukan kerja sama dengan perusahaan lain di luar negeri.

    “Kami sangat mendorong Gabungan Pengusaha Farmasi tentunya selain memproduksi obat, juga harus perhatikan bahan baku obat dan ini sudah dilakukan oleh beberapa perusahaan farmasi,” katanya.

    Nila mengatakan, sejumlah perusahaan farmasi di Indonesia yang telah melakukan kerja sama dengan sejumlah perusahaan di luar negeri untuk mengurangi bahan baku impor diantaranya Kimia Farma dan Kalbe Farma.

    “Kedua perusahaan tersebut telah melakukan kerja sama dengan Korea Selatan, tentu saya sangat gembira,” ucap Nila, dalam sambutannya di acara Musyawarah Nasional Gabungan Pengusaha Farmasi XV, di Hotel Trans Studio Mall Bandung, Senin (24/10) malam. (Parno)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus