Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Heryawan Minta BJB Lakukan Terobosan Dorong UMKM

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/GUBERNUR-ONFACE2.jpg

     

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta kepada Bank Jabar Banten (BJB) untuk melakukan terobosan dan inovasi terutama dalam rangka melakukan pengembangan usaha kepada kredit produktif. Hal ini didukung dengan besarnya potensi yang tersedia, termasuk di Jawa Barat dengan jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  yang mencapai 8,2 juta unit usaha, yang tentunya masih perlu dibantu dalam aspek permodalan serta pengembangan usahanya.
     
    ”Tidak kita pungkiri, bahwa sampai dengan saat ini banyak kemajuan yang telah diraih oleh BJB bahkan selama tahun 2010 ini dinilai telah menunjukkan performa yang semakin baik. Hal ini tentunya merupakan bagian dari pencapaian visi BJB untuk menjadi 10 bank terbesar di tanah air,” ujar Heryawan usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2010, yang dirangkaikan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2011 PT. BJB di Hotel Hilton Bandung, Senin (28/2).
     
    Lebih lanjut Heryawan mengingatkan meskipun Bank BJB telah go public  dan berkembang sangat pesat. Bukan berarti BJB meninggalkan filosofi kedaerahannya, terutama memberikan kontribusi pembangunan Jawa Barat dan Banten secara lebih akseleratif.  Apalagi sebagian besar nasabah BJB selama ini didominasi oleh para Pegawai Negeri Sipil, baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten maupun Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dan Banten.
     
    Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mengharapkan agar keberadaan BJB  dapat membawa dampak sinergis dan hubungan positif yang lebih erat lagi antara Pemerintah Provinsi dengan Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dan Banten, khususnya dalam rangka mengembangkan pembangunan daerah secara lebih terpadu, sehingga diharapkan dapat lebih mendorong laju pertumbuhan ekonomi serta mempercepat proses pembangunan daerah  di wilayah Jawa Barat dan Banten.
     
    Sampai dengan saat ini  perkembangan usaha BJB menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan. Hal ini  terlihat dari meningkatnya volume usaha pada tahun 2010 sebesar Rp. 11,035 triliun, yaitu dari Rp. 32,410 triliun  pada tahun 2009 menjadi Rp. 43,445 triliun di tahun 2010. Begitupun juga dengan dana pihak ketiga (giro, tabungan,   dan deposito), yang turut mengalami peningkatan sebesar   Rp. 8,235 triliun, yaitu dari Rp. 23,7178 triliun di tahun 2009 menjadi Rp. 31,953 triliun di tahun 2010.
     
    Demikian halnya dengan kredit yang disalurkan, yang juga meningkat sebesar Rp 4,038 Triliun, yaitu dari  Rp. 19,631 triliun di tahun 2009 menjadi Rp. 23,669 triliun   di tahun 2010, serta kategori rasio keuangan BJB yang dinyatakan sehat. Selain dari peningkatan kinerja   yang ditunjukkan oleh beberapa indikator tersebut, BJB juga berhasil melakukan ekspansi jaringan, dari yang semula (tahun 2009) sebanyak 478 jaringan, meningkat menjadi  656 jaringan layanan (per 31 Desember 2010).
           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus