Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Presiden Jokowi Kampanyekan Gerakan "Ayo Menabung"

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_19796.jpg

    JAKARTA-Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bertempat di Jakarta Covention Center, Senin (31/10) memulai kampanye gerakan "Ayo Menabung" untuk meningkatkan budaya menabung masyarakat di berbagai produk jasa keuangan serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

    Acara kampanye gerakan "Ayo Menabung" digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) bersamaan dengan Perayaan Hari Menabung Sedunia (World Saving Day) yang jatuh setiap tanggal 31 Oktober.

    Dalam rilisnya, Gerakan "Ayo Menabung" ini dilakukan sebagai bagian penerapan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 82 Tahun 2016 Tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang dikeluarkan pada tanggal 1 September 2016.

    Gerakan ini dimaksudkan untuk membangkitkan kembali budaya menabung dan investasi bagi masyarakat Indonesia. Melalui gerakan ini diharapkan masyarakat luas semakin mengenal ragam produk dan jasa keuangan sebagai sarana untuk melakukan aktivitas menabung dan investasi di lembaga jasa keuangan formal, yang bisa meningkatkan likuiditas tabungan domestik untuk mendukung pembiayaan pembangunan nasional dan kemandirian ekonomi masyarakat. 

    Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, dalam sambutannya mengatakan gerakan "Ayo Menabung" tidak hanya identik dengan menabung di bank, tetapi juga pada produk industri keuangan non-bank dan pasar modal.

    "Kami berharap seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan produk industri keuangan tidak hanya di tabungan perbankan, namun juga pada sektor industri keuangan non-bank seperti menabung untuk perlindungan di asuransi, menabung untuk cicilan di lembaga pembiayaan, menabung untuk hari tua di dana pensiun, menabung emas di pergadaian, serta menabung saham dan reksa dana di pasar modal," kata Muliaman.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus