Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Laporan Perkembangan Investasi Jabar Belum Maksimal

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/dprdjabar5.jpg

    BANDUNG- Pemprov. Jabar, sebagaimana disampaikan dalam LKPJ telah melaporkan beberapa hal kemajuan pembangunan salah satunya tentang investasi.

    Namun, dalam rangka pembahasan lebih lanjut yang diklarifikasi melalui raker di Komisi, untuk laporan tersebut dinilai belum maksimal. Hal demikian, diungkapkan Anggota Komisi C DPRD Jabar, Helmi Atamimi disela-sela raker pembahasan LKPJ di Hotel Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.

    Merujuk kepada laporan tersebut, terang Helmi pertumbuhan investasi di Jawa Barat tahun 2010 atas harga berlaku mencapai 17,38 persen dengan nilai investasi Rp 136,63 triliun atau melampaui target sebesar 12,43 persen. Atas prestasi tersebut, Gubernur Jawa Barat meraih penghargaan Regional Champion dari Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia sebagai salah satu provinsi dari 7 provinsi unggulan dengan iklim investasi terbaik.

    Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) meningkat Rp 1,9 triliun menjadi Rp 27,94 triliun di tahun 2010, sementara tahun 2009 sebesar Rp 26,04 triliun. Untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) meningkat Rp 14,49 triliun menjadi Rp 18,66 triliun pada tahun 2010, sementara tahun 2009 hanya Rp 4,17 triliun.
     
    Atas laporan tersebut, kendati syarat keberhasilan setelah melalui pengkajian di Komisi C DPRD Jabar, masih ada beberapa hal yang kiranya perlu diperbaiki dikemudian hari.

    Untuk memperbaiki kinerja pencapaian investasi, realisasi investasi diharapkan dapat menyerap naker karena sejalan dengan jumlah realisasi investasi kenyataannya penyerapan naker baru 200.000 lebih naker.

    Realisasi investasi diharapkan dapat mengurangi jumlah penduduk miskin yang kini jumlahnya sebanyak 1,935 juta dan dapat merekrut masyarakat yang kini menjadi pengangguran terbuka sebanyak 2,2 juta jiwa.

    Tentang sebaran wilayah diharapkan juga bertambah karena selama ini investasi didominasi di wilayah Bodebek. Sementara itu, di Jabar bagian selatan yang notabene masih banyaknya kantong-kantong kemiskinan dan pengangguran tinggi dengan masih banyak potensi alam yang bisa digali sangat besar kurang tersentuh, tentunya dalam rangka perbaikan kedepan ekspansi investasi harus dapat menyentuh Jabar bagian selatan.

    Selanjutnya, ujar Helmi dari sisi bidang yang digarap dimana selama ini investasi lebih banyak di sektor industri logam dan  PLTU, dalam rangka perbaikan ke depan diharapkan dapat bergerak mengelola agribisnis karena Jabar hingga saat ini merupakan salah satu Provinsi yang memberikan kontribusi pada bidang agribisnis nasional sebesar 17,2%. (Nur)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus