Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    PDAM Tirtawening Bandung & BBWS Jalin Kerjasama

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20034.jpg

    BANDUNG–Untuk memaksimalkan potensi debit air di Cikareo, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, membangun intalasi saluran air.

    Berkenaan dengan kerjasama tersebut, Dirut DPAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (16/11) mengatakan  PDAM Tirtawening masih membutuhkan air   lebih dari 2.000 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan air Kota Bandung.

    Sekarang dengan dibangun instalasi saluran air dari Cikareo ke Dago mendapat tambahan 40 liter per detik.

    Dengan tambahan debit air, akan dikaji mana yang lebih menguntungkan, apakah penambahan layanan kepada konsumen lama, atau menambah konsumen baru.

    “Kalau untuk menambah konsumen baru, paling penambahannya sekitar 4 ribu pelanggan,” terang Sonny.

    Namun, untuk menambah pelayanan, artinya menambah investasi. Kalau dihitung-hitung, jika penambahan air 40 liter perdetik bisa melayani 40 ribu pelanggan, maka penambahan investasi yang dibutuhkan untuk sambungan baru sebesar Rp 16 miliar.

    Sementara kalau dialirkan kepada pelanggan lama, maka tidak membutuhkan infrastruktur baru.

    “Mungkin bisa menambah jam untuk air yang mengalir ke pelanggan yang biasanya 4-6 jam, bisa 12 jam,” terang Sonny

    Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penyediaan Air Baku (PAB) Citarum, BBWS citarum, Cecep Muhtaj dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, memang sudah menjadi kewajiban BBWS untuk menyediakan infrastruktur bagi PDAM, yang akan menyalurkan air.

    “Jadi kami hanya menyiapkan infrastruktur saja. PDAM yang meneruskan ke pelanggan,” katanya.

    Investasi yang dikeluarkan untuk membangun pipa sepanjang 9 kilometer ini, membutuhkan biaya sekitarRp9,9 miliar, membentang dari Lembang ke Tahura.Perihal

    “Uang ini disalurkan oleh KemenPUPera (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rkyat,red),”
     
    Menurut Cecep, PDAM tidak harus mengembalikan uang dalam bentuk apapun. Hanya saja harus merawat infrastruktur dengan baik. “Karena, kalau tidak dirawat dengan baik, nanti akan jadi temuan,” katanya.

    Pembangunan instalasi ini sudah dilakukan pada 2015 lalu. Anggaran yang digunakan juga anggaran 2015. “Ini sekarang hanya penyerahan asetnya saja,” pungkas Cecep (NR)

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus