Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Ada Potensi Dampak Buruk Media Terhadap Kehidupan Masyarakat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20096.jpg

    BANDUNG-Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jabar, mencatat perkembangan media yang tersebar di berbagai jenis berpotensi memberikan dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat, ungkap Ketua KPID Jabar, Dedeh Fardiah, dalam diskusi yang berlangsung, Senin (21/11) di Diskominfo Jabar, Jalan Tamansari 55 Kota Bandung.

    "Ada beberapa alasan munculnya potensi sisi buruk media penyiaran yaitu makin meningkatnya penetrasi media global khususnya televisi yang berpotensi pada terjadinya benturan dengan nilai-nilai lokal dan nilai moral, dan rentannya masyarakat Indonesia terhadap pengaruh buruk media atau media penyiaran akibat masih terbatasnya literasi media" ujarnya.

    KPID Jabar mencatat ada beberapa acara tayangan media yang berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat antara lain : tayangan acara kekerasan seperti berita soal tawuran sekolah, perkelahian pemain bola, sinetron anak dan berita ospek.

    "Tayangan lainnya yang berpotensi menimbulkan dampak buruk terhadap kehidupan masyarakat : acara musik dengan goyang erotis dan presenter TV dengan pakaian yang kurang etis serta iklan untuk dewasa yang ditayangkan bukan pada waktu yang seharusnya" tegasnya.

    Dari media televisi yang menyajikan acara yang berpotensi menimbulkan dampak buruk pada kehidupan masyarakat, juga ada yang melakukan praktik pelanggaran, dengan bentuk pelanggaran tidak ada klasifikasi acara berdasarkan penggolongan usia, menampilkan korban berdarah dan mengenaskan serta menampilkan kekerasan verbal dan non verbal.

    Dampak langsung pengaruh TV pada remaja, ungkap Dedeh antara lain cara berpakaian, gaya hidup konsumtif, budaya instan, cara berbicara dan tidak taat pada aturan. Khusus untuk kalangan remaja dampak yang ditimbulkan meliputi geng motor, kekerasan sejak anak, balapan liar, tawuran sekolah, pergaulan bebas, main game di warnet pada jam sekolah, nongkrong di mall dan bolos rame-rame.

    "Untuk mencegah terjadinya dampak buruk media kepada masyarakat, untuk media jenis radio dilarang menyiarkan lagu dengan judul dan/atau lirik bermuatan seks, cabul atau mengesankan aktivitas seks serta memberitakan informasi yang diambil dari internet yang belum tentu akurat" imbuhnya.

    Untuk mengantisipasi dampak buruk media terhadap kehidupan masyarakat, KPI termasuk KPI di daerah telah mengoptimalkan sistem kerja bidang pengawasan khususnya menyangkut isi siaran. Sistem kerja difokuskan pada analisa isi siaran serta verifikasi dan screening hasil analisa.

    Dari proses tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan pembahasan atas pasal-pasal yang dilanggar. Dari proses tersebut baru dilakukan pleno. Bagi media yang terbukti melanggar, KPI sudah menyiapkan berbagai sanksi, berupa teguran tertulis, penghentian sementara mata acara, pembatasan durasi dan waktu siaran, denda administratif, pembekuan kegiatan siaran untuk waktu tertentu, tidak diberi perpanjangan izin penyelenggaraan penyiaran serta pencabutan izin penyelenggaraan penyiaran. (NR)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus