Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Penentuan Tarif SPAM Harus Tuntas Dalam Sepekan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20298.jpg

    BANDUNG-Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta penentuan tarif Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Bandung Raya tuntas dalam pekan ini. Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan pihaknya belum bisa menandatangani besaran tarif SPAM Bandung Raya untuk Kabupaten Bandung dan Kota Bandung karena pihak Kota masih berkeberatan.

    “Kabupaten Bandung sudah setuju, tinggal PDAM Kota Bandung, saya minta rapat teknis dilanjutkan, Jumat pekan ini sudah bisa selesai,” katanya di Bandung, Senin (5/12).

    Menurutnya penentuan tarif harus segera ditetapkan bersama antara Kabupaten Bandung dan Kota Bandung, BUMD PT Tirta Gemah Ripah (PT TGR), Pemprov Jabar dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Penentuan tarif bagian dari kerja sama pengembangan SPAM Bandung Raya,” katanya.

    Iwa mengakui penentuan tarif cukup alot karena PDAM Tirta Wening milik Pemkot Bandung masih belum sepakat dengan skema tarif yang sudah dihitung Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jabar. “Dari tarif yang diajukan PT TGR Kota Bandung Rp 1.887 liter/detik, Kabupaten Bandung Rp 1.510 liter/detik. Ini masih ada keberatan dari Kota Bandung,” tuturnya.

    Kota Bandung beralasan tarif sebesar itu bisa merugikan PDAM karena wilayah yang akan dilayani SPAM Bandung Raya berada di wilayah Moch. Toha yang mayoritas merupakan masyarakat berpenghasilan rendah. “Hasil audit BPKP soal tarif sudah ada, hanya perlu pembahasan lagi khususnya di Kota Bandung, ini perlu percepatan,” tuturnya.

    Pihaknya mengakui alotnya penetapan tarif, karena PT TGR dan PDAM Tirta Wening masih melihat dari asumsi keuntungan dan biaya pemeliharaan jaringan. Iwa menilai karena jaringan sudah siap, maka pada awal 2017 jika kerja sama ini mulus maka air sudah bisa dialirkan untuk 60.000 jiwa di Kabupaten Bandung. (Pun)

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus