Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Pemprov Jabar Apresiasi Digunakannya E-LHKPN

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20402.jpg

    BANDUNG-Gubernur dalam kesempatan membuka Rakor Evaluasi LHKPN menjelaskan, bahwa "Pemprov Jabar mengapresiasi atas upaya KPK melalui Sosialisasi Peraturan KPK Nomor 07 Tahun 2016 tentang tata Cara Pendaftaran Pengumuman dan Pemeriksaan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara dan Penyampaian laporan melalui E-LHKPN.

    Hal demikian dikemukakan Gubernur saat membuka Rakor Evaluasi LHKPN dan Sosialisasi Peraturan KPK No.7 Tahun 2016, Rabu (14/12) di Ball Room Grang Royal Panghegar Bandung.

    Gubernur nyatakan syukurnya, karena para pejabat negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mematuhi kewajiban menyampaikan laporan hasil kekayaan pejabat negara (LHKPN). Dari 131 yang wajib melaporkan, maka ada dua orang pejabat eselon II yang belum melaporkan serta 3 orang yang lainnya. Jadi Pemprov. Jabar telah mencapai 96, 18 %  pejabat negara yang telah melaporkan kekayannya, ujar Gubernur.

    Dijelaskan oleh Gubernur, bahwa ada 9 pejabat negara yang wajib membuat LLHKPN, yaitu Gubernur, wakil gubernur, pimpinan tinggi madya (pejabat esselon I dan II), pejabat administrasi keuangan (eselon III),   Kepala Sub.Bagian Keuangan (eselon IV), Kepala Bagian Keuangan Setda Prov.Jabar, Auditor, Direksi/Komisaris BUMD Provinsi dan daerah dan pejabat lainnya yang ditetntukan oleh KPK. Kesembilan pejabat negara itu, wajib menyampaikan LHKPN, tegas Gubernur.

    Kalau ada pemenang dalam open rekruitmen pejabat maka LHKPN akan menjadi bahan pertimbangan. "Jadi kalau yang menang itu belum mengirimkan LHKPN, maka itu akan menjadi bahan pertimbangan penentuannya, ujar Gubernur Ahmad Heryawan.

    Menurut Gubernur bahwa tidak ada orang yang selamanya baik, ia pasti akan mengalami suatu kesalahan. Namun orang yang baik itu adalah manakala dirinya melakukan kesalahan kemudian menyadari akan kesalahannya itu. Oleh karena itu, perlunya saling mencegah diantara sesama orang, saling menasehati dan memperingati, jelas Gubernur.

    Gubernur berharap  kita bisa membangun system pemerintahan yang baik yang segala sesuatunya sulit dimanipulasi, oleh karena itu salah satunya kita bangun suatu system pemerintahan yang berbasis komputerisasi atau system teknologi informasi, pungkas Gubernur

     

     

     

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus