Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    BP3Iptek Prov.Jabar Berikan Penghargaan Untuk Para Peneliti

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20427.jpg

    BANDUNG-Sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap para peneliti/teknokrat yang telah menghasilkan temuan-temuannya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui BP3IPTEK Prov.Jabar, Kamis (15/12) di Hotel Horison Bandung memberikan penghargaan kepada 6 orang akademisi dan mahasiswa yang berjasa atas hasil-hasil risetnya.

    Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan disaksikan sekitar 300 undangan dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat.

    Keenam orang itu, adalah : 1. Dr.Eng.Khairul Anwar, ST, M.Eng, dari Telkom University sebagai penemu Teknologi Komunikasi dengan menggunakan pasangan FFT/IFFT yang kemudian diadopsi pada Teknologi 4G. 2. Proc.Ir Gede Wenten, M.Sc.Ph.D dari ITB, sebagai pemegang Hak Patent dalam bidang teknologi membran dengan karya monumentalnya IGW Green Ultrafilter. 3. Dr.Agr.Ir. Asep Anang, M.Phil, Peneliti UNPAD, penemuannya tentang Pemurnian GGPS (Great Grand Parent Stock) Ayam Sentul Khas Jawa Barat. 4. Tim Robotika UNIKOM, keberhasilan sebagai peraih 8 medali pada kompetisi robot skala internasional di California Amerika Serikat. 5. Tim Bumi Siliwangi UPI, prestasinya menjuarai ajang kompetisi merancang kendaraan hemat energi tingkat dunia Shell Eco Marathon Drivers World Championship (SEM DWC) di London Inggris. 6. Gustaff Harriman Iskandar, pendiri Bandung Center For New Media Arts dengan penemuannya, Pemanfaatan Teknologi ICT pada kegiatan seni dan budaya.

    Gubernur dalam sambutannya menyatakan apresiasi dan penghargaannya kepada para teknokrat yang berjasa dalam meneliti, mengembangkan dan memanfaatkan hasil-hasil penelitiannya.

    Dikemukakan Gubernur Ahmad Heryawan, bahwa Pembangunan yang berbasis IPTEK atau berbasis ilmiah adalah sebuah keniscayaan untuk memastikan apa-apa yang dihasilkan itu berdaya guna dan ada manfaatnya yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

    "Seharusnya, lanjut Gubernur, seluruh program pembangunan yang dilakukan Pemerintah, baik pusat, provisi maupun daerah ada "basis ilmiahnya" sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah pula. Kita sedang memulai penggunaan basis ilmiah yang menjadi dasar basi pembangunan, ujar Gubernur.

    Gubernur Ahmad Heryawan sangat berharap atas hasil penelitian dari Dr.Asep Anang soal pengembangan Ayam Sentul Jawa Barat. "Kalau bisa, ayam Sentul ini perkembangannya dalam waktu 60 hari bisa dipotong atau dikonsumsi sebagaimana ayam pedaging yang bisa dipotong/dikonsumsi dalam waktu 30 hari". "Hanya saja lanjut Gubernur, rasa dan kualitasnya sama seperti ayam lokal lainnya".

    Dari hasil-hasil riset dan temuannya itu, buka hanya "meramaikan khasanah perpustakaan saja", tetapi hasilnya itu digunakan sebagai pijakan pembangunan kita yang berbasis ilmiah. Teknologi berguna untuk meningkatkan output dan mempercepat output serta meringankan biaya produksi. Itulah teknologi yang kita gunakan sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan yang nantinya dampaknya pada percepatan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat, pungkas Gubernur.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus