Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Masyarakat Ecovillage Dapat Hibah Alat Pengolah Sampah

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20729.jpg

    BANDUNGKAB–Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyerahkan hibah barang daerah diantaranya bak sampah motor sebanyak 40 unit, mesin pengayak dan pencacah kompos sebanyak 15 unit, rumah kompos sebanyak 15 unit, dan biodigester sebanyak 15 unit, yang diserahkah -terimakan secara simbolis kepada kelompok ecovillage dari Desa Sumber Sari Kecamatan Ciparay, Desa Buah Batu, Kecamatan Bojong Soang, dan Desa Cisondari Kecamatan Pasir Jambu.

    Secara keseluruhan, bantuan tersebut akan dibagikan ke 22 Kecamatan, 40 Desa, di Kabupaten Bandung. Sementara acara serah- terima dilakukan di Kantor Desa Buah Batu Kecamatan Bojong Soang, Kabupaten Bandung, Jumat (30/12/2016).

    Dengan bantuan yang diberikan, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengajak para masyarakat, terkhusus para ecovillager, untuk bekerja mewujudkan Citarum Bestari dengan hati ikhlas, dan riang Gembira.

    “Saya kira (bantuan) ini belum semuanya tercukupi, tapi mari kita mulai dengan sesuatu yang ada, mari kita kerja dengan riang gembira, karna kalau tidak, hanya pesimisme yang ada,” terang Wagub Deddy Mizwar.

    Ajakan Deddy ini semata karena, program pelestarian lingkungan ini tidak akan berhasil kalau tidak ada keterlibatan masyarakat. Justru Kata Deddy, yang dipentingkan saat ini adalah bagimana memberikan kesadaran mengedukasi masyarakat tentang pentingnya lingkungan.

    “Makanya kita triger dengan TNI, masuk ke desa- desa bersama masyarakat ecovillage memberntuk kesadaran lingkingan membersihkan sungai Citarum. Alhamdulillah kan secara signifikan sampah tidak ada lagi. Hanya tinggal limbah rumah tangga, limbah pabrik,” katanya.

    Oleh karenanya, Deddy mengajak seluruh pegiat lingkungan untuk optimis. “Kita bisa melakukan perbaikan yang signifikan pada Citarum sebab kita adalah manusia dengan kualitas yang lebih baik dari pada manusia yang merusak Citarum,” ujarnya.

    Selanjutnya terkait penertiban, Deddy menyebutkan bahwa Pabrik Tekstil Kahatek yang bangunannya berdiri diatas aliran sungai Cikijing, di Rancaekek Kabupaten Bandung, telah bersedia untuk membongkar bangunannya. Deddy mengatakan, bahwa pernyataan tersebut didengarnya dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ketika rapat bersama Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, membahas pembenahan Citarum dan Cimanuk pekan lalu.

    “Kemarin saya dengar dari Pak Gubernur setelah bertemu dengan Pak JK, Wakil Presiden, sesuatu yang kita resahkan saat ini bagaimana sebuah pabrik tekstil yang menutup sepadan sungai, di depan Pak JK berjanji akan membongkar bangunan di sepadan sungai yang dibangunnya,” ungkap Deddy.

    Memang sesuai aturan, tidak diperbolehkan bangunan menutupi aliran sungai, terkecuali berupa jembatan yang berfungsi sebagai penyebrangan. Oleh karenanya, pernyataan PT Kahatex dapat menjadi jalan terang bagi program normalisasi sungai.

    Hal lain yang Wagub Deddy sampaikan yakni, pada 2017 mendatang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menaksir anggaran untuk perbaikan kerusakan ekosistem yang terjadi di DAS Citarum, dimana setidaknya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 200 miliar, dan anggaran perbaikan untuk DAS Cimanuk dibutuhkan sekitar Rp 215 miliar.

    “Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bahwa akan membenahi hulu Citarum dan Cimanuk dengan biaya tahun depan itu minimal 200 miliar untuk masing- masing DAS,” ucapnya.

    Sementara itu, Kepala BPLHD Jawa Barat Anang Sudarna mengatakan, pihaknya juga terus memantau kinerja para ecovillager di setiap wilayah kerjanya. Pertama kata Anang, dirinya menilai keaktifan para kader di masing- masing desa. Kedua keaktifan pendamping lokal. Juga keberadaan bank sampah di setiap desa.

    “Dari 164 desa di Kabupaten Bandung, sudah sebagian besar memiliki bank sampah. Ada yang sudah ‘running’ kerja sama dengan bank sampah besar yang ada di Kabupaten Bandung, antara lain Bank sampah BSB. Walaupun sebenarnya tidak ada kerja sama khusus antara BPLHD, ataupun dari ecovillage sendiri,” kata Anang.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus