Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Masuknya SMA/SMK ke Provinsi, Menjadi Peluang dan Tantangan

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20798.jpg

    BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dihadapan ribuan guru dan kepala sekolah tingkat SMA/SMK Jawa Barat menegaskan, bahwa dengan masuknya SMA/SMk ke Jawa Barat dengan 28 ribu guru dan 21 ribu guru honorer memiliki dua perasaan yang ada pada dirinya.

    Hal demikian dikemukakan Ahmad Heryawan, di Gedung Pusdai Bandung, (10/01) saat Rakor Kepala Sekolah SMA/SMK Jawa Barat.

    Lanjut Gubernur, bahwa dua perasaan itu, pertama adalah sebuang "peluang" dan yang kedua, adalah "beban dan tantangan".

    Dikatakan peluang, hal ini berarti "kita" dapat ikut serta dalam hal teknis pendidikan untuk menghadirkan upaya pendidikan yang berkualitas. Kemudian dikatakan sebagai beban dan tantangan, bahwa kita harus memiliki mimpi yang besar untuk visi kedepan, melihat pada peradaban baru dimana peluang harus menjadi dominan dibandingkan dengan tantangan". Jadi, adanya beban dan tantangan dengan tambahan 28 ribu guru dan 21 ribu guru honorer ditambah 1,8 juta siswa harus dijadikan sebagai peluang untuk menghadirkan suatu visi dan peradaban baru, lanjut Gubernur.

    Gubernur pun berpesan khususnya dalam hal penerimaan siswa baru dimana ada kebijakan sumbangan pendidikan, agar hal demikian dapat memperhatikan kondisi para orang tua. "Dua hal yang harus diperhatikan", yaitu "pertama menyumbang dan yang kedua tidak". Kedua kondisi ini harus disikapi dengan baik. "Yang menyumbang dana pendidikan anggaplah itu sebagai bagian dari infaq, dan yang tidak menyumbang pun tidak menjadi masalah", jelas Gubernur.

    Kemudian soal anak yang tidak memiliki biaya yang cukup untuk melanjutkan sekolah, Gubernur Ahmad Heryawan berpesan bahwa hal itu jangan sampai menjadikan anak tersebut drop out", tapi bimbinglah hingga ia bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik.

    Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi menjelaskan, bahwa terdapat 475 SMA dan 273 SMk Negeri, dengan 27,277 ribu guru PNS serta 21 ribu guru honorer yang pengelolaannya per 1 Januari 2017 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Adapun aset dialihkan dari Kab/Ko yaitu 9.914.542 unit dengan nilai Rp 5.169.327.579.241. "Jumlah siswa yang dialihkelolakan yaitu, sebanyak 1,8 juta siswa.

    Disamping sebagai silaturahmi antara para guru dengan Gubernur, pada rakor ini pun, para guru akan mendapat penjelasan dalam aspek kepegawaian dan keuangan serta tataklasana, demikian Ahmad Hadadi.

     

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus