Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Aher: Saya Ingin Kualitas Pendidikan Merata

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20852.jpg

    BANDUNG-Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) menegaskan seiring pengalihan kelola SMA/SMK oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak 1 Januari 2017, Pemprov Jabar berkomitmen untuk pemerataan kualitas pendidikan di seluruh daerah di Jabar. Salah satunya, Pemprov Jabar melalui Dinas Pendidikan akan mengirimkan guru dan pengawas SMA/SMK ke pelosok atau daerah terpencil di Jawa Barat.

    "Saya ingin pemerataan kualitas pendidikan, kan berhak orang Jampang Kulon, Ujung Genteng, Blanakan, Cilaut Eureun punya kualitas tinggi, karena itu para pengawas yang hebat dan berprestasi apalagi punya pengalaman jadi kepala sekolah akan kita tempatkan jadi kepala sekolah lagi di daerah tersebut," ungkap Aher saat memberikan pengarahan kepada 450 Pengawas SMA/SMK se-Jabar di Aula Kantor Dinas Pendidikan Jabar, Bandung, Kamis (12/01/2017).

    Aher mengatakan, akan ada penghargaan khusus dalam bentuk tunjangan tambahan kepada tenaga pendidik yang ditugaskan ke pelosok tersebut. Ia beralasan perbedaan fasilitas dan akses infrastruktur yang dimiliki daerah tersebut menjadi pertimbangannya.

    "Tentu nanti ada biaya kemahalan dalam bentuk tunjangan yang ditingkatkan. Tidak adil kan kalau seseorang ditugaskan di Pameungpeuk sama penghargaannya dengan yang ditugaskan di Kota Bandung misalnya," kata Aher.

    Ini semata-mata untuk pemerataan kualitas pendidikan serta menguji profesionalisme dan sisi pengabdiannya kepada seluruh masyarakat Jawa Barat.

    "Semua berhak menjadi yang terbaik, inilah salah satu fungsi di Pemprovkan yaitu pemerataan layanan agar merata," ujarnya.

    Selain itu, dengan pengalihan kewenangan SMA/SMK ini, Pemprov Jabar di tahun ini juga berencana akan membangun 2.500 Ruang Kelas Baru (RKB) untuk sekolah Negeri maupun Swasta.

    "Sekitar 2.500 ruang kelas kita akan tambah tahun ini, kita akan fokuskan ke SMA Negeri dan Swasta," ucap Aher.

    Aher pun berpesan kepada para pengawas untuk meningkatkan supervisi sekolah-sekolah dibawah pengawasannya dan memastikan kurikulum serta pengajaran berkualitas berjalan baik.

    "Pengawas juga harus memastikan sekolah itu nyaman bagi anak siswa," tuturnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jabar Ahmad Hadadi mengungkapkan, pasca alih kelola SMA/SMK, pihaknya saat ini tengah disibukkan melakukan pengukuhan-pengukuhan dan penguatan khususnya kepada beberapa Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang baru saja dibentuk.

    "Kami kemarin memperkuat pengukuhan UPTD yang ada di Ciayumajakuning, kemarin juga kami sudah kumpulkan seluruh kepala sekolah untuk pengarahan dan penguatan," ujarnya.

    Dengan demikian alih kelola SMA/SMK dalam beberapa bulan diharapkan bisa kokoh dan kualitas pendidikan meningkat. Selain itu, pihaknya menargetkan Provinsi Jawa Barat siap untuk menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan sukses minimal di angka 80%.

    "Target kami adalah sukses UNBK Jabar. Jabar siap menyelenggarakan UNBK mudah-mudahan bisa sampai 80%. Kami juga ingin meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk sekolah menengah yang saat ini baru diangka 67% dan komitmen kami di tahun 2018 APK masyarakat Jabar bisa diatas 90%," terangnya.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus