Home - Pemerintah Provinsi Jawa Barat

berita

Website Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat
  • Main Menu
  • Tidak ada polling untuk saat ini.

    Program Gerakan Membangun Ekonomi Umat

    https://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_20961.jpg

    KAB. BANDUNG-Dalam rangka mengentaskan kemiskinan, sekaligus memberdayakan keberadaan para muzaki di Kabupaten Bandung, tahun 2017 Bupati Bandung H.Dadang M. Naser, SH.,M.Ip canangkan program Gerakan Membangun Ekonomi Umat. Hal itu dikatakan Dadang saat acara siraman rohani di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, yang digelar di Gedung Moch. Toha Soreang, Senin (23/1).

    "Tahun 2017 ini, kita sudah siapkan program membangun gerakan ekonomi umat. Dengan memaksimalkan  muzaki, mari kita sabilulungan mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan Kabupaten Bandung yang religius,” ucapnya.

    Kabupaten Bandung lanjut Dadang, dengan jumlah penduduk sekitar 3,6 juta jiwa saat ini, menurut data statistik tahun 2016 menunjukan angka kemiskinan 7%, pengangguran 4,3%, serta memiliki  96% masyarakat yang beragama islam.

    Potensi tersebut menurut dia, bisa turut mendukung efektivitas program gerakan membangun ekonomi umat. Melalui zakat, infaq dan sodaqoh (ZIS) dari para muzaki, Dadang berharap permasalahan umat yang belum bisa di penuhi oleh Pemkab Bandung bisa teratasi secara mandiri dan swadaya, termasuk mengentaskan kemiskinan serta permasalah ekonomi umat lainnya.

    “Saya harap melalui program ini, segala permasalahan ekonomi umat  bisa teratasi. Melalui dibangunnya Gedung zakat Center, pengelolaan dan pelaksanaan bagi program yang berbasis religi akan difasilitasi dan semoga sebelum ramadhan tahun ini sudah rampung,” ungkap Dadang.

    Dengan didirikannya gedung Zakat Center, Dadang menjelaskan sebagai tindak lanjut akan dilakukan juga kerja sama sinergis antara Pemkab Bandung dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Jati.

    “Kerja sama akan dilakukan Pemkab Bandung dengan UIN dalam rangka pengabdian Perguruan Tinggi (PT) kepada masyarakat. Kedepan akan ada sinergitas visi Kabupaten Bandung yang religius dengan program dari UIN. Salah satunya yakni pemberantasan buta huruf Al-Quran,” tandasnya.

    Menanggapi hal tersebut, Rektor UIN Prof.DR. Mahmud.,M,Si menguraikan bahwa sinergitas tersebut harus menghasilkan kontribusi positif bagi keduanya. Kabupaten Bandung memfasilitasi untuk terbentuknya para “Sarjana Ulama” oleh pihak UIN.

    “Kontribusi positif antara keduanya akan menghasilkan pula para sarjana ulama. Dalam kurikulum pendidikan, di UIN terdapat fakultas dan Program Studi (Prodi) berbasis syariah, baik pendidikan, ekonomi, dan lainnya, yang akan diaplikasikan untuk mendukung program pembangunan Pemkab Bandung,” pungkas Mahmud.

           
           

    Berita Terkait :

    Komentar
    Comments powered by Disqus